Lapas Wahai Terus Dorong Pembinaan Kemandirian Bidang Jasa melalui Pangkas Rambut

Lapas Wahai Terus Dorong Pembinaan Kemandirian Bidang Jasa melalui Pangkas Rambut

Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus dorong program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan sebagai bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat.  Salah satu kegiatan yang saat ini berjalan adalah pembinaan kemandirian di bidang jasa, khususnya keterampilan pangkas rambut.

Meski terkendala keterbatasan lahan untuk membuka barbershop khusus, Lapas Wahai tetap memberdayakan potensi Warga Binaan secara internal. Layanan pangkas rambut tersebut dilaksanakan di area blok hunian oleh seorang Warga Binaan berinisial BR yang memiliki keahlian dalam memangkas rambut.

Keahlian BR diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan kerapian sesama Warga Binaan dan para petugas. Selain menjadi wadah bagi BR untuk terus mengasah kemampuannya, kegiatan ini memberikan manfaat langsung dalam menjaga kerapian dan kebersihan lingkungan Lapas.

BR bersyukur atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan pihak Lapas untuk tetap dapat menyalurkan keahliannya. “Saya sangat senang dan bersyukur tetap diberi ruang untuk memotong rambut di sini. Walaupun tempatnya masih sederhana di blok dan belum ada barbershop khusus, yang penting saya bisa terus melatih keterampilan saya dan membantu sesama teman Warga Binaan dan petugas yang ingin rapikan rambut. Keterampilan ini jadi modal saya kalau sudah bebas,” ungkapnya, Jumat (4/9).

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menekankan pentingnya mengarahkan potensi Warga Binaan pada aktivitas positif. “Walaupun kita memiliki keterbatasan lahan dan peralatan untuk membuka fasilitas barbershop tersendiri, hal tersebut tidak menyurutkan langkah kami untuk terus memberdayakan Warga Binaan. Pelayanan tetap berjalan secara internal agar potensi yang dimiliki Warga Binaan dapat disalurkan ke arah yang positif dan produktif,” tuturnya.

Dukungan juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia mengapresiasi inovasi dan semangat Lapas Wahai dalam memanfaatkan potensi internal tanpa menjadikan keterbatasan sarana sebagai hambatan. 

“Pembinaan kemandirian tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan fisik atau lahan gedung. Keterampilan praktis seperti pangkas rambut ini sangat relevan dan bernilai ekonomis tinggi untuk bekal reintegrasi sosial Warga Binaan saat kembali ke tengah masyarakat kelak,” tegas Ricky.

Melalui pembinaan kemandirian ini, Lapas Wahai berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi Warga Binaan dalam mengoptimalkan potensi, meningkatkan keterampilan, dan membangun kepercayaan diri sebagai proses reintegrasi sosial. (IR)

 

 

​Kontributor: Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0