Latih Warga Binaan lewat Program Pertukangan, Lapas Atambua Berikan Premi
Atambua, INFO_PAS - Peningkatan kualitas sumber daya manusia terus digenjot Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua melalui pembinaan kemandirian di bidang pertukangan bangunan. Pelatihan ini dihadirkan untuk menanamkan pengetahuan baru sekaligus mengasah keahlian teknis Warga Binaan. Bekal keterampilan nyata inilah yang nantinya menjadi modal utama mereka untuk berwirausaha atau mencari nafkah saat kembali ke masyarakat.
Sebagai implementasi langsung dari pelatihan tersebut, pada Rabu (10/6) para Warga Binaan diterjunkan langsung dalam proyek rehabilitasi rumah dinas dan perbaikan desain interior kantor Lapas. Keterlibatan aktif ini menjadi bukti Warga Binaan mampu menghasilkan karya yang produktif jika diberikan wadah dan bimbingan yang tepat.
Selama proses renovasi berlangsung, pengawasan melekat tetap dilakukan oleh petugas Lapas demi menjaga keamanan tanpa mengurangi ruang gerak produktif mereka. Petugas pengawal, Didik Sukabir, menegaskan aspek keselamatan kerja dan ketertiban menjadi prioritas utama.
"Kami melakukan pengawalan secara humanis, namun tetap waspada. Selain memastikan situasi aman, kami juga memantau keselamatan kerja Warga Binaan agar proses pertukangan ini berjalan lancar dari awal hingga selesai," ungkap Didik.
Peluang belajar ini disambut dengan antusias tinggi oleh Warga Binaan yang terlibat. Salah seorang Warga Binaan, Benyamin Metkolo, mengekspresikan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga dan apresiasi berupa premi yang akan mereka terima.
"Kami sangat senang karena tidak hanya diajarkan teorinya saja, tapi langsung praktik membangun. Ini jadi modal skill berharga untuk saya kerja nanti setelah bebas. Kami juga dapat premi dari hasil kerja keras ini. Jadi, kami merasa sangat dihargai," kata Benyamin.
Terpisah, Kepala Lapas Atambua, Antonio Da Costa, menyatakan pelibatan Warga Binaan dalam renovasi fasilitas kantor ini merupakan metode pembelajaran praktis. Tak sekadar belajar, pihak Lapas memastikan keringat dan kerja keras para Warga Binaan tetap dihargai secara profesional.
"Dalam kegiatan ini, mereka tetap akan mendapatkan premi atau upah premi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini adalah bentuk apresiasi sekaligus stimulus agar mereka makin bersemangat," ujar Antonio.
Ia berharap Warga Binaan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan terus mengembangkan skill pertukangan mereka secara maksimal. Apalagi, sektor konstruksi dan pertukangan bangunan selalu memiliki peluang kerja yang besar di luar.
Dengan adanya pelatihan praktis ini, pembinaan di Lapas Atambua diharapkan berjalan secara lebih konkret, produktif, dan berkelanjutan. Melalui program yang terukur ini, Lapas Atambua optimistis menciptakan Warga Binaan yang lebih mandiri, percaya diri, serta siap berkontribusi secara positif dan diterima kembali dengan baik di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Atambua
What's Your Reaction?


