Layanan Penatu Lapas Batulicin Catat Kenaikan Tiga Kg Cucian Setiap Harinya

Layanan Penatu Lapas Batulicin Catat Kenaikan Tiga Kg Cucian Setiap Harinya

Batulicin, INFO PAS – Layanan penatu yang dikelola Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus tunjukkan perkembangan positif. Hingga Rabu (29/7), volume cucian yang dikerjakan meningkat sekitar tiga kilogram per hari dibandingkan pekan sebelumnya seiring bertambahnya Warga Binaan yang menjalani pembinaan di Lapas Batulicin.

Peningkatan tersebut menjadi indikator unit layanan penatu mampu menjawab kebutuhan yang terus berkembang tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan kebersihan pakaian Warga Binaan, layanan ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian yang melatih keterampilan kerja dan tanggung jawab.

Berlokasi di area Pujasera Lapas Batulicin, unit penatu dikelola secara penuh oleh tiga Warga Binaan yang telah mendapatkan pembinaan dan kepercayaan dari petugas. Mereka bertanggung jawab menjalankan seluruh aktivitas operasional, mulai dari menerima pakaian, mencuci, mengeringkan, menyetrika, melipat, hingga memastikan hasil cucian siap diserahkan kembali kepada pengguna layanan.

Meningkatnya jumlah cucian menjadi pengalaman tersendiri bagi Warga Binaan yang terlibat dalam pengelolaan penatu. Dengan pendampingan petugas, mereka belajar mengatur waktu kerja, menjaga kualitas hasil cucian, dan memberikan pelayanan yang baik sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secara tepat waktu meskipun volume cucian terus bertambah.

Petugas pembina layanan penatu, Milian Syuhada, mengatakan peningkatan volume cucian dipengaruhi bertambahnya Warga Binaan yang masuk untuk menjalani pembinaan di Lapas Batulicin. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi Warga Binaan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola layanan secara profesional.

"Bertambahnya jumlah Warga Binaan tentu berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan penatu. Kami terus mendampingi Warga Binaan agar bekerja isiplin, menjaga kualitas hasil cucian, dan memberikan pelayanan yang baik sehingga seluruh pekerjaan diselesaikan optimal," ujar Milian.

Salah seorang Warga Binaan berinisial F makin percaya diri setelah dipercaya mengelola seluruh proses pekerjaan bersama rekan-rekannya. Pengalaman tersebut mengajarkan pentingnya tanggung jawab, kerja sama, dan ketelitian dalam memberikan pelayanan.

"Kami saling berbagi tugas mulai dari mencuci, mengeringkan, menyetrika sampai pakaian siap diserahkan kembali. Walaupun cucian semakin banyak, kami berusaha menjaga kualitas pekerjaan karena kepercayaan yang diberikan menjadi motivasi untuk terus bekerja dengan baik," ungkap F.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan layanan penatu merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang dirancang untuk membangun kompetensi kerja sekaligus karakter Warga Binaan. Menurutnya, meningkatnya volume layanan menunjukkan Warga Binaan mampu mengelola pekerjaan secara bertanggung jawab dan siap mengembangkan keterampilan bermanfaat ketika kembali ke masyarakat.

"Pembinaan kemandirian harus memberikan pengalaman kerja nyata. Melalui layanan penatu ini, Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, pelayanan, kerja sama, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting untuk mendukung proses reintegrasi sosial setelah mereka menyelesaikan masa pidana," tegas Thoha.

Ke depan, Lapas Batulicin akan terus mengembangkan unit penatu sebagai wahana pembelajaran kerja profesional melalui peningkatan keterampilan Warga Binaan, optimalisasi kualitas pelayanan, serta inovasi pembinaan agar makin memberikan manfaat bagi Warga Binaan dan mendukung terwujudnya Pemasyarakatan produktif dan berdampak. (IR)

 

Kontributor: Lapas Batulicin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0