Lewat Marawis, Lapas Pangkalpinang Tanamkan Nilai Religius Warga Binaan
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang perkuat pembinaan kerohanian Warga Binaan melalui kegiatan marawis, Kamis (20/8). Lantunan syair dan tabuhan rebana tidak hanya jadi sarana salurkan bakat seni Islami, tetapi juga ruang untuk tumbuhkan nilai religius dan kebersamaan.
Kegiatan marawis yang dilaksanakan secara rutin setiap Rabu mendapat pendampingan dari perwakilan Pesantren Azzamtu Kota Pangkalpinang, Adi. Kehadiran pembina dari pesantren merupakan implementasi kerja sama antara Lapas Pangkalpinang dan Pesantren Azzamtu untuk dukung pembinaan kerohanian Warga Binaan.
Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik Lapas Pangkalpinang, Indri Yudhit, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, marawis tidak sekadar sarana berkesenian, tetapi juga berperan dalam membangun mental dan spiritual Warga Binaan.
“Selain menumbuhkan kecintaan terhadap seni Islami, kami berharap kegiatan ini memperkuat keimanan sekaligus membentuk karakter Warga Binaan menjadi lebih baik. Di balik tembok Lapas ada suara-suara kebaikan yang tumbuh, dan marawis menjadi salah satu jalannya,” tegas Indri.
Hal senada disampaikan Pembina Marawis Lapas Pangkalpinang, Hartanto Romadhon. Ia menyebut marawis telah menjadi salah satu program pembinaan yang memberikan ruang positif bagi Warga Binaan untuk mengembangkan bakat sekaligus memperdalam nilai-nilai keagamaan.
“Dengan adanya pembimbing dari pesantren, Warga Binaan dapat belajar secara langsung sekaligus menyalurkan energi mereka pada hal yang bermanfaat,” jelas Hartanto.
Suasana religius turut dirasakan para peserta. GA, salah seorang Warga Binaan, mengaku kegiatan marawis memberikan semangat baru dalam menjalani proses pembinaan di Lapas.
“Bagi kami, marawis bukan sekadar hiburan, tetapi lantunan syair yang menenangkan hati, mendekatkan diri kepada Allah, dan memberi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui pembinaan marawis, Lapas Pangkalpinang beri ruang bagi Warga Binaan untuk tumbuh melalui kegiatan positif. Lantunan syair dan tabuhan rebana diharapkan menjadi bagian dari proses perubahan diri, penguatan spiritualitas, serta pembentukan moral agar Warga Binaan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


