LPKA Martapura Panen 30 Kilogram Kangkung Hasil Budidaya Anak Binaan
Martapura, INFO_PAS – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura panen 30 kilogram kangkung di Sarana Edukasi LPKA Martapura, Jumat (7/8). Hasil panen tersebut merupakan buah budidaya yang dirawat selama 25 hari oleh Anak Binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap ketahanan pangan.
Kegiatan dipimpin Kepala LPKA Martapura, Dwi Hartono, bersama jajaran petugas dan Anak Binaan yang terlibat dalam pengelolaan lahan pertanian.
Panen ini bagian dari pembinaan kemandirian berbasis praktik. Melalui program pertanian, Anak Binaan belajar teknik budidaya tanaman, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen. Kegiatan tersebut juga tanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Hasil panen 30 kilogram tunjukkan perkembangan positif dari proses pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan. Capaian tersebut buktikan Anak Binaan mampu hasilkan produk pertanian berkualitas sekaligus optimalkan pemanfaatan Sarana Edukasi sebagai media pembelajaran.
Dwi Hartono mengatakan program ketahanan pangan menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberi manfaat nyata bagi Anak Binaan.
"Kami ingin Anak Binaan memperoleh keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan pertanian seperti ini, mereka belajar tentang proses, tanggung jawab, kerja keras, dan pentingnya menghargai setiap hasil usaha. Program ini juga sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan serta membentuk pribadi yang mandiri, produktif, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat," ujar Dwi Hartono.
Salah seorang Anak Binaan, AG, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam proses budidaya hingga panen. Menurutnya, pengalaman tersebut mengajarkan arti kesabaran dan kerja keras.
"Kami merawat tanaman ini sejak awal sampai akhirnya bisa dipanen hari ini. Rasanya senang melihat hasil dari usaha yang kami lakukan bersama. Saya jadi belajar bahwa setiap proses membutuhkan kesabaran, tanggung jawab, dan kerja sama. Ilmu ini ingin saya manfaatkan ketika nanti kembali ke rumah," ungkap AG. (afn)
Kontributor: Humas LPKA Martapura
What's Your Reaction?


