LPKA Palu Kembangkan Kreativitas Anak Binaan lewat Pelatihan Meronce
Palu, INFO_PAS - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu kembangkan minat bakat Anak Binaan dengan berbagai keterampilan positif. Salah satu kegiatan terbaru yang digelar adalah pelatihan meronce sebagai sarana untuk mengasah kreativitas sekaligus menumbuhkan semangat wirausaha di masa depan, Senin (27/10)
Kegiatan yang berlangsung di Aula LPKA Palu itu menghadirkan instruktur, Dian, yang merupakan owner dari Dfath Craft Palu. Dalam pelatihan ini, Anak Binaan diajarkan cara merangkai manik-manik menjadi berbagai bentuk aksesoris, seperti tasbih, gelang, kalung, dan gantungan kunci.
Kepala LPKA Palu, Welli, menyampaikan pelatihan ini merupakan program pembinaan kemandirian yang rutin dilaksanakan. Ia juga memberikan motivasi kepada Anak Binaan untuk aktif dalam seluruh kegiatan ketrampilan yang diadakan.
“Kegiatan ini memiliki makna yang sangat mendalam. Keterampilan adalah modal utama untuk menghadapi tantangan masa depan. Kami ingin Anak Binaan memiliki bekal keterampilan yang bisa mereka gunakan setelah kembali ke masyarakat. Meronce bukan hanya soal seni, tapi juga soal kesabaran, ketekunan, dan nilai ekonomi yang menjanjikan,” ujar Welli.
Sementara itu, Dian selaku instruktur mengatakan kegiatan meronce adalah kreativitas merangkai biji-bijian semenarik mungkin menggunakan model dan desain yang menghasilkan nilai jual. “Dalam pelaksanaannya, perlu diperhatikan pemilihan bahan. Anak Binaan akan berkreasi untuk model-modelnya sehingga akan mempengaruhi motorik halusnya,” jelasnya.
Saat praktik, instruktur mencontohkan tahapan demi tahapan pembuatan tasbih, kalung, gantungan kunci, gantungan handphone, dan gelang dari pemilihan bahan dan hiasan. Dalam kegiatan ini seluruh Anak Binaan diberi kesempatan untuk mencoba membuat sendiri sesuai kemampuan dan kreasinya. Beberapa di antara mereka bahkan menunjukkan hasil karya yang cukup menarik dengan perpaduan warna dan desain yang unik.
Salah satu Anak Binaan, RS, senang mendapatkan kesempatan belajar keterampilan baru. “Awalnya saya kira susah, tetapi setelah diajari ternyata menyenangkan. Saya jadi ingin membuat lebih banyak dan menjualnya nanti kalau sudah bebas,” tuturnya.
Pelatihan keterampilan ini juga mendapat sertifikat sebagai bukti konkret Anak Binaan telah menyelesaikan pelatihan dan menguasai keterampilan meronce. Melalui kegiatan seperti ini, LPKA Palu terus mendorong proses pembinaan yang tidak hanya fokus pada aspek disiplin dan pendidikan, tetapi juga pada pengembangan potensi diri dan kreativitas Anak Binaan. (IR)
Kontributor: LPKA Palu
What's Your Reaction?


