Manfaatkan Lahan Terbatas, Bapas Palu Sukses Panen Perdana Terung
Palu, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu panen perdana terung di area halaman kantor, Kamis (4/6). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Palu, M. Nur Amin, serta melibatkan jajaran pegawai dan Klien Pemasyarakatan.
Meski memanfaatkan lahan yang terbatas, kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan Bapas Palu terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.
Budidaya terung di lingkungan Bapas Palu telah dirintis sejak tiga bulan lalu. M. Nur Amin mengapresiasi keberhasilan panen perdana tersebut meskipun hasil yang diperoleh masih terbatas karena keterbatasan lahan dan jumlah tanaman yang dibudidayakan.
“Panen hari ini merupakan hasil pertama dari tanaman terung yang kami budidayakan sejak tiga bulan lalu. Meskipun hasilnya belum banyak, sekitar 10 kilogram, karena jumlah tanaman dan area budidaya yang terbatas di halaman depan Bapas Palu, kami berharap panen berikutnya dapat memberikan hasil yang lebih maksimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, M. Nur Amin menegaskan bahwa pemanfaatan pekarangan kantor tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan panen ini tidak terlepas dari kerja sama antara pegawai dan Klien Pemasyarakatan yang terlibat dalam proses budidaya. Salah seorang pejabat Bapas Palu, Mohamad Yusuf, mengaku bangga dapat ikut memanen hasil yang ditanam bersama.
“Sebagai bentuk apresiasi atas hasil panen ini, kami membeli terung yang dipanen untuk dikonsumsi bersama keluarga. Hasil penjualannya nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembelian pupuk sehingga kualitas panen berikutnya dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Selain mendukung ketahanan pangan, program budidaya pertanian tersebut juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan kemandirian bagi Klien Pemasyarakatan. Safar, salah seorang Klien Pemasyarakatan yang terlibat, mengaku memperoleh pengetahuan baru yang ingin diterapkannya setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
“Budidaya terung yang dilaksanakan Bapas Palu membuat saya tertarik untuk mencoba menanam terung di kebun sekitar rumah. Kami berharap teknik budidaya yang diajarkan dapat kami terapkan sehingga memberikan manfaat bagi keluarga,” ungkap Safar.
Melalui program ini, Bapas Palu tunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang produktivitas. (afn)
Kontributor: Humas Bapas Palu
What's Your Reaction?


