Manfaatkan Pipa Paralon, Lapas Tual Hasilkan 21 Kg Selada Segar
Langgur, INFO_PAS – Pemanfaatan lahan terbatas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual berhasil diubah menjadi area produktif. Pada Jumat (22/5), digelar panen 21 kg sayur selada hijau segar menggunakan sistem hidroponik pipa paralon yang dikelola sepenuhnya oleh Warga Binaan dengan pengawasan petugas Lapas, mulai dari teknik penyemaian pada media rockwool, pengaturan kadar asam-basa air, hingga masa panen tiba.
Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menyampaikan program ketahanan pangan ini merupakan langkah konkret dalam memberikan pembinaan kemandirian aplikatif bagi para Warga Binaan. “Kami terus berinovasi memanfaatkan metode hidroponik untuk menyiasati keterbatasan lahan. Kami ingin Warga Binaan tidak sekadar menghabiskan masa pidana, tetapi pulang membawa keahlian relevan sebagai petani milenial yang mandiri secara ekonomi saat kembali ke masyarakat," ujarnya.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh OP, salah satu Warga Binaan yang merawat kebun tersebut. "Sangat senang bisa melihat selada ini tumbuh subur sampai panen. Dulu saya sama sekali tidak tahu cara menanam hidroponik. Sekarang, lewat bimbingan dari petugas Lapas Tual, saya sudah paham tekniknya. Ini jadi modal dan bekal berharga buat saya untuk membuka usaha kebun sendiri setelah bebas nanti," ungkapnya.
Kualitas selada yang bersih dan bebas pestisida ini langsung memikat pembeli lokal. Rahma, seorang pemilik usaha kedai makanan di Tual, puas dengan hasil panen tersebut.
"Sayur selada dari Lapas Tual ini kualitasnya premium, segar, dan tahan lama. Saya langsung memborong beberapa kilogram untuk kebutuhan warung saya," kata Rahma.
Program ini selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melihat tingginya antusiasme pembeli dan meningkatnya permintaan pasar lokal, Lapas Tual berencana untuk memperluas area instalasi pipa hidroponik agar kapasitas produksi sayur segar ke depannya makin melimpah. (IR)
Kontributor: Lapas Tual
What's Your Reaction?


