Mantan ABH Kembali Nyalakan Mimpi Sekolah Berkat Pendampingan PK Bapas Amuntai

 Mantan ABH Kembali Nyalakan Mimpi Sekolah Berkat Pendampingan PK Bapas Amuntai

Rantau, INFO_PAS – Semangat untuk memperbaiki masa depan ditunjukkan seorang mantan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) berinisial MR. Setelah sempat terhenti dari dunia pendidikan, MR mantap melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal Paket C di PKBM Lathiiful Khabiir Kabupaten Tapin. Langkah tersebut terwujud berkat pendampingan aktif Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Amuntai yang menjembatani proses pendaftaran sekaligus memberikan motivasi agar anak tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

PK Ahli Muda Bapas Amuntai, Anto Setiawan, mengatakan pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam proses reintegrasi sosial anak. “Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk berkembang. Kami hadir bukan hanya melakukan pendampingan hukum dan sosial, tetapi juga memastikan anak memperoleh akses pendidikan layak sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Jumat (19/6).

Kepala PKBM Lathiiful Khabiir, Syahdani Apasha, menyambut baik kehadiran MR sebagai peserta didik baru. Menurutnya, lembaga yang dipimpinnya berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk ABH.

“Kami menyediakan pendidikan dan kursus-kursus dengan biaya yang terjangkau serta berbagai program pelatihan kerja gratis yang dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian peserta didik. Kami berharap MR belajar dengan baik dan menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya,” harap Syahdani.

Wali anak berinisial KH bersyukur atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Bapas Amuntai. “Kami sangat berterima kasih karena anak kami kembali memiliki semangat untuk sekolah. Pendampingan dari Bapas membuat kami yakin bahwa masa depan anak masih bisa diperjuangkan,” tuturnya.

Sementara itu, MR termotivasi untuk memulai lembaran baru dalam hidupnya. “Saya ingin belajar lagi, mendapatkan ijazah, dan mengikuti pelatihan kerja agar bisa bekerja dan membanggakan keluarga,” katanya.

Terpisah, Kepala Bapas Amuntai, Subiyanto, menegaskan keberhasilan reintegrasi sosial tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap hukum, tetapi juga dari kemampuan anak membangun kehidupan yang produktif setelah menjalani proses pembinaan. “Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ABH memperoleh kesempatan pendidikan, pelatihan keterampilan, dan dukungan sosial yang mereka butuhkan. Kami berharap langkah MR menjadi bukti bahwa masa lalu tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik,” harapnya.

Melalui pendampingan ini, MR resmi terdaftar sebagai peserta didik di PKBM Lathiiful Khabiir Kabupaten Tapin serta berkesempatan mengikuti berbagai program pendidikan kesetaraan dan pelatihan kerja gratis. Capaian tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara Bapas Amuntai, keluarga, dan lembaga pendidikan dalam mendukung pemulihan serta pengembangan potensi anak menuju kehidupan yang lebih mandiri dan produktif. (IR)

 

 

Kontributor: Bapas Amuntai

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0