Matangkan Program Desa Binaan, Lapas Perempuan Palembang Terjunkan Tim Survei dan Koordinasi di Kel.Pulokerto
Palembang, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang bergerak cepat dalam merealisasikan program pembinaan luar lembaga. Langkah awal ini diwujudkan melalui survei lokasi dan koordinasi yang dilaksanakan secara langsung di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang, Senin (18/5).
Dalam mempercepat persiapan program ini, Lapas Perempuan Palembang menerjunkan tim survei gabungan yang dipimpin langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Rosliani Pulungan, didampingi Sariany Nababan selaku Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Yocke Mella Hijriyah selaku Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, serta Perawat Penyelia, Yuliani. Kehadiran mereka disambut jajaran Kelurahan Pulokerto, tokoh masyarakat, serta dihadiri para Ketua RT dan Ketua RW di lingkungan kelurahan setempat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak melakukan diskusi mendalam mengenai serangkaian program yang direncanakan akan mengisi kegiatan desa binaan. Beberapa agenda utama yang dibahas meliputi pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan hukum, pelatihan keterampilan mandiri, hingga kegiatan olahraga bersama guna memupuk kebersamaan dengan masyarakat.
Usai melakukan diskusi, tim dari Lapas Perempuan Palembang bersama perangkat kelurahan meninjau langsung beberapa titik strategis yang akan menjadi pusat kegiatan. Terdapat lima pilihan lokasi yang disurvei, yaitu Gedung Koperasi Merah Putih, Balai Desa, Masjid RT 21, Masjid RT 22, dan Lapangan RT 23.
Rosliani menyebut kesiapan logistik dan sarana pendukung akan dipersiapkan secara matang berdasarkan hasil peninjauan langsung ini. "Kami turun langsung ke lapangan untuk memetakan kebutuhan riil di masyarakat. Lima titik lokasi yang kami survei ini memiliki potensi yang sangat baik untuk menyelenggarakan kegiatan. Dari sisi fasilitasi administrasi dan teknis, kami akan memastikan seluruh sarana siap pakai agar kolaborasi perdana ini berjalan optimal dan nyaman bagi warga Kelurahan Pulokerto," jelasnya.
Kelurahan Pulokerto menyambut baik dan memberikan masukan konstruktif demi efektivitas program di lapangan. Mereka menyarankan agar kegiatan perdana difokuskan pada pelatihan keterampilan aplikatif, seperti pembuatan tempe atau kue semprong. Pelatihan ini sangat potensial karena hasilnya dapat langsung diproduksi oleh warga secara rumahan untuk meningkatkan ekonomi keluarga setempat.
Apresiasi dan dukungan penuh datang dari Sekretaris Kecamatan Gandus, Syafril. "Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik inovasi dari Lapas Perempuan Palembang yang memilih Kelurahan Pulokerto sebagai lokus desa binaan. Rencana program seperti pemeriksaan kesehatan dan pelatihan keterampilan pembuatan tempe sangat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Kami siap memfasilitasi dan menggerakkan warga agar berpartisipasi aktif sehingga program ini memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat," tegasnya.
Terpisah, Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, menjelaskan survei dan koordinasi ini merupakan bagian vital dari persiapan program agar seluruh rangkaian kegiatan desa binaan dapat berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran. "Hasil dari survei lokasi dan koordinasi dengan Kelurahan Pulokerto akan segera kami jadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan utama dalam penyusunan program kerja desa binaan Lapas Perempuan Palembang. Kami ingin memastikan kehadiran Lapas memberikan dampak nyata, edukatif, dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," ungkapnya.
Melalui sinergi yang terjalin erat antara Lapas Perempuan Palembang, Pemerintah Kecamatan Gandus, dan Kelurahan Pulokerto ini, diharapkan program pembinaan luar lembaga ini segera terealisasi sekaligus menjadi wadah pengabdian masyarakat yang profesional dan berintegritas. (IR)
Kontributor: LPP Palembang
What's Your Reaction?


