Melalui Kelas Iqra, Rutan Majene Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan
Majene, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene kembali gelar pembelajaran Al-Qur’an melalui kelas Iqra di Masjid Raudhatul Ikhsan, Senin (27/4). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai program pembinaan keagamaan di Rutan.
Kelas Iqra tersebut diikuti sejumlah Warga Binaan yang masih dalam tahap belajar membaca Al-Qur’an, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan. Dengan bimbingan pembina kepribadian dan peserta magang nasional yang berkompeten, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik dan benar sesuai kaidah tajwid, serta membentuk karakter Warga Binaan yang religius.
Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang berkelanjutan bagi Warga Binaan. “Kami ingin memberikan bekal spiritual yang kuat kepada Warga Binaan sehingga mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mengalami perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Christy menambahkan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam proses reintegrasi sosial. “Kami berharap nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan menjadi pedoman hidup mereka setelah kembali ke masyarakat sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat,” tambahnya.
Salah satu peserta magang, Nisya, menuturkan merasa senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembinaan tersebut. “Kegiatan ini sangat memberikan pengalaman berharga bagi kami sebagai peserta magang karena berkontribusi dalam proses pembelajaran sekaligus melihat perkembangan peserta dari waktu ke waktu,” tuturnya.
Nisya menambahkan semangat belajar Warga Binaan menjadi motivasi tersendiri. “Antusiasme Warga Binaan sangat tinggi, bahkan mereka tidak segan untuk bertanya dan mengulang bacaan hingga benar. Hal ini menunjukkan keseriusan mereka dalam belajar,” imbuhnya.
Salah satu Warga Binaan, Uppi, menyampaikan rasa syukur atas adanya kegiatan tersebut. “Sebelumnya saya belum lancar membaca Al-Qur’an, sekarang saya mulai memahami dan lebih percaya diri untuk belajar,” ungkapnya.
Melalui kelas Iqra ini, diharapkan Warga Binaan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Rutan Majene
What's Your Reaction?


