Menkumham: Anak Nyaman Tinggal Di LP

KBRN, Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsudin, mengatakan bahwa desakan agar penjara untuk anak dihapus, perlu payung hukum. Selain itu, kendala saat ini yang muncul justru anak lebih nyaman tinggal di lembaga pemasyarakatan atau penjara. “Satu catatan yang harus diketahui, bahwa di penjara atau LP anak saat ini dari tahun ketahun meningkat. Tetapi anak merasa nyaman dengan LP dan tidak ingin meninggalkan LP. Mereka menjadi nyaman di LP. Dan ini kecenderungan dari tahun ke tahun meningkat,” kata Menkumham, Amir Syamsudin, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Senin (16/1). Sinkronisasi hukum yang dimaksud salah satunya adalah kriteria usia seorang anak yang dapat dikenakan hukum. "Saya kira kalau ada suara seperti itu kita hargai. Namun lebih baik kita memikirkan solusi dan tidak sekedar hanya mengikuti irama yang ada. Selama ini terkesan kalau anak berhadapan dengan hukum terkesan menakutkan. Sinkronisakan dahulu UU. Untuk UU kriteria batasan anak ber

Menkumham: Anak Nyaman Tinggal Di LP
KBRN, Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsudin, mengatakan bahwa desakan agar penjara untuk anak dihapus, perlu payung hukum. Selain itu, kendala saat ini yang muncul justru anak lebih nyaman tinggal di lembaga pemasyarakatan atau penjara. “Satu catatan yang harus diketahui, bahwa di penjara atau LP anak saat ini dari tahun ketahun meningkat. Tetapi anak merasa nyaman dengan LP dan tidak ingin meninggalkan LP. Mereka menjadi nyaman di LP. Dan ini kecenderungan dari tahun ke tahun meningkat,” kata Menkumham, Amir Syamsudin, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Senin (16/1). Sinkronisasi hukum yang dimaksud salah satunya adalah kriteria usia seorang anak yang dapat dikenakan hukum. "Saya kira kalau ada suara seperti itu kita hargai. Namun lebih baik kita memikirkan solusi dan tidak sekedar hanya mengikuti irama yang ada. Selama ini terkesan kalau anak berhadapan dengan hukum terkesan menakutkan. Sinkronisakan dahulu UU. Untuk UU kriteria batasan anak berbeda. untuk kriteria batasan,” ungkapnya. Pemerintah memiliki komitmen untuk senantiasa melindungi anak yang terjerat kasus hukum. Misalnya pemerintah telah membangun lapas khusus anak tanpa dicampur baur dengan narapidana dewasa. Selain itu, anak-anak juga akan dibekali dengan keterampilan. “Untuk narapidana sangat berbeda tempatnya antara orang dewasa dengan anak. Mereka diberikan kegiatan sesuai dengan bakat masing-masing anak. Anak-anak juga diberikan kesempatan bersekolah di luar walaupun belum semuanya,” tambah Politikus Partai Demokrat itu. Selain itu pemerintah juga akan terus melakukan pemberdayakan terhadap petugas lapas agar dapat memberikan pengayoman dan pelayanan dengan baik terhadap narapidana anak di lapas. “Sementara petugas sosial tidak menonjol, maka tugas-tugas tersebut diambil alih oleh petugas lapas. Kita berharap petugas sosial lebih menonjol dan bisa berkoordinasi dengan LP. Merencanakan program orang perorang dan harus turun mendeteksi serta melihat problem sosial dan mencari solusi,” terang Amir Syamsudin. (Sgd/AKS) (Editor : Agus K Supono) Sumber: www.rri.co.id/index.php/detailberita/detail/7542

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0