Merawat Iman dari Balik Jeruji, Lapas Wahai Gelar Yasinan dan Kebaktian

Merawat Iman dari Balik Jeruji, Lapas Wahai Gelar Yasinan dan Kebaktian

Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar yasinan bagi Warga Binaan Muslim pada Kamis (30/7) malam dan kebaktian bagi Warga Binaan Kristiani pada Jumat (31/7). Kegiatan ini bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus ungkapan syukur jelang akhir Juli.

Kegiatan tersebut bertujuan tingkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus bentuk karakter positif Warga Binaan. Di Masjid Lapas Wahai, Warga Binaan Muslim mengikuti pembacaan Surah Yasin, doa bersama, dan tausiah dengan khusyuk. Sementara itu, Warga Binaan Kristiani ikuti kebaktian di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib, aman, dan menjadi sarana introspeksi serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, mengatakan pembinaan spiritual bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter Warga Binaan.

"Setiap lantunan ayat suci Al-Qur'an mengandung pelajaran dan pengingat bagi kita semua. Melalui yasinan, kami berharap Warga Binaan memperoleh ketenangan batin, memperkuat hubungan dengan Allah Swt., serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Demikian pula dengan pembinaan kerohanian Kristen," tutur Joi.

Salah seorang Warga Binaan Muslim, RR, mengaku kegiatan keagamaan membawa perubahan positif selama menjalani pembinaan.

"Bagi saya, yasinan bukan hanya kegiatan rutin, tetapi menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan memperbaiki diri. Setiap kali mengikuti pembacaan Surah Yasin dan doa bersama, saya merasa lebih tenang, lebih kuat menjalani masa pembinaan, serta semakin termotivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berharap ketika kembali ke tengah masyarakat nanti, saya dapat membawa perubahan positif dan tidak mengulangi kesalahan yang sama," ungkap RR.

Hal senada disampaikan Warga Binaan Kristiani, MH. "Puji Tuhan, hak beribadah kami terus dilaksanakan karena menjadi motivasi bagi kami untuk merubah diri dalam menjalani proses pembinaan ini," ujar MH.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilar penting dalam proses Pemasyarakatan.

"Pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter melalui pendekatan spiritual. Kami berharap kegiatan kerohanian menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana," ujar Tersih.

Yasinan dan kebaktian dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan kepribadian di Lapas Wahai. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diharapkan memiliki bekal spiritual yang lebih kuat untuk kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Wahai

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0