Meski Kelas III, Lapas Cikarang Bukan Tandingan Lapas Salemba & Cipinang

CIKARANG – Kalau memang telah siap dan diresmikan, bisa jadi Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pasirtanjung Cikarang, Kabupaten Bekasi merupakan satu-satunya Lapas di Indonesia yang menggunakan teknologi “frequency jammer.” Teknologi canggih ini menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pasirsari Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, M Akhyar, adalah sistem keamanan yang bisa menghilangkan sinyal telepon seluler dengan radius di sekitar lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas). Manfaatnya agar ke depan tidak ada lagi narapidana yang kedapatan membawa dan uhan menggunakan telepon seluler di dalam lapas. Jika memang membawa, mereka tidak akan bisa memanfaatkannya. Bahkan seperti dilansir Antara sejumlah akses jalan menuju penjara dilengkapi dengan perangkat pintu sidik jari untuk mengaksesnya. Bisa jadi di Lapas Cikarang akan lebih aman ketimbang Lapas Cipinang dan Salemba yang terbukti hingga saat ini masih terjadi menjadi ajang transaksi krimi

Meski Kelas III, Lapas Cikarang Bukan Tandingan Lapas Salemba & Cipinang
CIKARANG – Kalau memang telah siap dan diresmikan, bisa jadi Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pasirtanjung Cikarang, Kabupaten Bekasi merupakan satu-satunya Lapas di Indonesia yang menggunakan teknologi “frequency jammer.” Teknologi canggih ini menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pasirsari Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, M Akhyar, adalah sistem keamanan yang bisa menghilangkan sinyal telepon seluler dengan radius di sekitar lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas). Manfaatnya agar ke depan tidak ada lagi narapidana yang kedapatan membawa dan uhan menggunakan telepon seluler di dalam lapas. Jika memang membawa, mereka tidak akan bisa memanfaatkannya. Bahkan seperti dilansir Antara sejumlah akses jalan menuju penjara dilengkapi dengan perangkat pintu sidik jari untuk mengaksesnya. Bisa jadi di Lapas Cikarang akan lebih aman ketimbang Lapas Cipinang dan Salemba yang terbukti hingga saat ini masih terjadi menjadi ajang transaksi kriminal dengan memanfaatkan teknologi ponsel atau smartphone. Lapas berkapasitas total 1.500 orang tersebut diharapkan bisa mengurangi kelebihan kapasitas yang terjadi di lapas lainnya. “Rencananya lapas ini akan diresmikan oleh Menteri Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dalam waktu dekat,” kata M Akhyar.   sumber: http://nawaberita.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0