Momentum Isra Mikraj, Lapas Tolitoli Tanamkan Nilai Keimanan Warga Binaan
Tolitoli, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli peringati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW bersama Warga Binaan di Masjid Darul Hisab Lapas Tolitoli, Senin (26/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan untuk memperkuat iman dan mental spiritual Warga Binaan selama menjalani masa pidana.
Peringatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WITA hingga 11.00 WITA tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, bersama jajaran pegawai, serta diikuti Warga Binaan dengan penuh khidmat.
Dalam kesempatan itu, Lapas Tolitoli menghadirkan penceramah K.H. Gus Ahmad bin K.H. Mukhlisun dari Pondok Pesantren Krincing, Magelang. Melalui tausiah bertema “Perjalanan Rasulullah”, ia mengajak Warga Binaan untuk meneladani nilai-nilai keimanan, kesabaran, dan keteguhan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Selain tausiah, kegiatan juga diisi dengan lantunan selawat bersama yang dipimpin oleh Ustaz Sukriyanto Datu Amas, Ustaz Khalid, dan Ustaz Umam. Selawat tersebut diikuti oleh santri Pondok Pesantren Sirojul Ma’ruf Dapalak serta Warga Binaan, sehingga menciptakan suasana religius yang khusyuk dan penuh kebersamaan.

Mansur Yunus Gafur menegaskan bahwa peringatan hari besar keagamaan memiliki peran strategis dalam proses pembinaan.
“Melalui momentum Isra Mikraj ini, kami ingin menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, serta akhlak mulia kepada Warga Binaan. Pembinaan rohani merupakan fondasi penting agar mereka mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” ujar Mansur.
Ia menambahkan bahwa pembinaan keagamaan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Lapas Tolitoli.
“Kami tidak hanya fokus pada pembinaan keterampilan, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual sebagai bekal utama bagi Warga Binaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Tolitoli, Feldianto, menyampaikan bahwa pembinaan rohani menjadi salah satu program prioritas di Lapas.
“Kami berupaya menghadirkan kegiatan keagamaan secara rutin sebagai bekal spiritual bagi Warga Binaan. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh tidak hanya dirasakan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Feldianto.
Salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, Daus, mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan peringatan Isra Mikraj.
“Kegiatan seperti ini membuat kami lebih tenang, lebih dekat kepada Allah, dan termotivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Tolitoli berupaya memberikan pembinaan menyeluruh, baik mental, spiritual, maupun sosial, sebagai bekal Warga Binaan dalam proses reintegrasi ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


