“NAPI: Pesan dari Dalam”, Rutan Surakarta dan Erick Estrada Hadirkan Karya Bernilai dari Balik Tembok

“NAPI: Pesan dari Dalam”, Rutan Surakarta dan Erick Estrada Hadirkan Karya Bernilai dari Balik Tembok

Surakarta, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surakarta perkenalkan karya sinematografi istimewa melalui gala premiere film berjudul “NAPI: Pesan dari Dalam”, Sabtu (25/4). Film ini merupakan hasil kerja sama kreatif antara Rutan Surakarta dengan Erick Estrada yang diproduksi langsung oleh Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, Ki Agung Bakar Setiyoko, dan Erick Estrada. Keindahan visual dan kualitas sinematografi dalam film ini dihasilkan berkat sentuhan ahli dari Direct of Photography,  Andi Jaff.

Pemutaran perdana ini berlokasi di Rutan Surakarta dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Berbeda dengan produksi film pada umumnya, “NAPI: Pesan dari Dalam” menghadirkan keunikan tersendiri karena seluruh peran diperankan oleh Warga Binaan Rutan Surakarta dengan bimbingan langsung dari para seniman asli Kota Surakarta.

Melalui film ini, mereka menyampaikan kisah, refleksi, dan pesan-pesan berharga yang ingin dibagikan kepada masyarakat. Menjadikan karya ini bukan sekadar hiburan, melainkan media pembelajaran dan sarana pembinaan yang penuh makna.

“Warga Binaan bisa produktif dan tidak ada bedanya dengan masyarakat. Kami juga memberikan pelayanan terbaik kepada Warga Binaan, memulihkan kehidupan agar berkontribusi positif lagi dan tidak ada stigma negatif dari masyarakat,” terang Bhanad.

Sementara itu, Erick Estrada memuji Pemasyarakatan adalah tempatnya manusia dimanusiakan setelah melakukan riset di Rutan Surakarta. “Warga Binaan dibina dengan berbagai hal, seperti dilatih cara bengkel, membatik, membuat kopi, cara potong rambut, dan lain-lain. Jadi, peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan itu benar-benar ada di Rutan Surakarta,” terangnya,

Melalui gala premiere ini, diharapkan film “NAPI: Pesan dari Dalam” menjadi jembatan penghubung antara Warga Binaan dan masyarakat, sekaligus mengubah pandangan dan menghapus stigma negatif yang selama ini melekat. Film ini juga menjadi bukti nyata melalui pendekatan seni dan pemberdayaan potensi, pembinaan di institusi Pemasyarakatan mampu melahirkan karya-karya berkualitas yang layak diapresiasi. Diharapkan, karya ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga pesan mendalam, harapan baru, dan inspirasi untuk terus melihat sisi positif setiap insan tanpa memandang latar belakang masa lalunya.

Rutan Surakarta juga menggelar kegiatan bertajuk “Surakarta Berbudaya” sebagai pembuka pra-event Meeting of Styles Indonesia 2026 sebelum gala premiere film “NAPI: Pesan dari Dalam”. Kegiatan yang berlangsung di area luar Rutan Surakarta ini dihadiri Mardi Santoso selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Astrid Widayani selaku Wakil Wali Kota Surakarta, Iwan Adranacus selaku CEO PT Indaco Warna Dunia, dan para seniman grafiti dari seluruh Indonesia. Mengusung tema “Surakarta Berbudaya”, kegiatan ini memperkenalkan proyek fasad “Cultural Prison Art”, sebuah inisiatif yang mengubah wajah bangunan Pemasyarakatan menjadi ruang ekspresi seni yang inklusif dan inspiratif.

“Ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan di mana Warga Binaan tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga ruang untuk berekspresi dan berkarya,” tutur Bhanad.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti Rutan Surakarta tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga ruang kreatif yang menghubungkan seni, budaya, dan kemanusiaan. Dari mural penuh warna hingga karya film yang menyentuh, semuanya menjadi upaya membangun citra Pemasyarakatan yang lebih positif, inklusif, dan berdaya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan stigma negatif terhadap Warga Binaan perlahan memudar, digantikan pandangan yang lebih terbuka bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah, berkarya, dan memberikan makna bagi lingkungan sekitarnya. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Surakarta

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0