OKI Siap Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Napi di Jabar

Bandung Raya - Obor Kemanusiaan Indonesia (OKI) Foundation akan mencoba mengubah mindset warga binaan atau napi, yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jabar. Kewirausahaan akan menjadi bidang yang ditawarkan, supaya warga binaan memiliki keahlian lain. Hal itu dikatakan Ketua OKI Foundation, Priana, saat melakukan audiensi dengan Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar, I Wayan Sukerta. Kegiatan digelar di ruangan rapat Kepala Kanwil, di Jln. Jakarta, Kota Bandung, Rabu (3/6/2015). Priana mengatakan, kedatangannya yaitu untuk menjalin kerjasama dengan Kanwil Kemenkum HAM Jabar dalam membina warga binaan rutan dan lapas di Jabar. Yayasan OKI lebih menekankan aspek kewirausahaan dalam membina warga binaan. "Kenapa harus wirausaha di lapas? Kami akan coba berikan pemahaman. Lapas identik dengan kondisi negatif, itu yang akan kami ubah. Kami akan mencoba mengubah mindset warga binaan, sehingga begitu masa tahanan habi

OKI Siap Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Napi di Jabar
Bandung Raya - Obor Kemanusiaan Indonesia (OKI) Foundation akan mencoba mengubah mindset warga binaan atau napi, yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jabar. Kewirausahaan akan menjadi bidang yang ditawarkan, supaya warga binaan memiliki keahlian lain. Hal itu dikatakan Ketua OKI Foundation, Priana, saat melakukan audiensi dengan Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar, I Wayan Sukerta. Kegiatan digelar di ruangan rapat Kepala Kanwil, di Jln. Jakarta, Kota Bandung, Rabu (3/6/2015). Priana mengatakan, kedatangannya yaitu untuk menjalin kerjasama dengan Kanwil Kemenkum HAM Jabar dalam membina warga binaan rutan dan lapas di Jabar. Yayasan OKI lebih menekankan aspek kewirausahaan dalam membina warga binaan. "Kenapa harus wirausaha di lapas? Kami akan coba berikan pemahaman. Lapas identik dengan kondisi negatif, itu yang akan kami ubah. Kami akan mencoba mengubah mindset warga binaan, sehingga begitu masa tahanan habis mereka siap kembali ke masyarakat dan memiliki skill. Harapannya, tentu supaya mereka tidak kembali lagi (ke rutan atau lapas,red)," kata Priana. Selama ini, aku Priana, citra warga binaan atau napi di mata masyarakat cenderung negatif. Bahkan masyarakat menginginkan agar napi itu dihukum seberat-beratnya. Kalaupun mereka bebas, gerak-geriknya akan dibatasi. "Dengan konsep Kementerian Hukum dan HAM yang makin maju, maka lapas menjadi lembaga yang sangat kemanusiaan. Dan kami mencoba membantu. Mudah-mudahan dengan kehadiran kami, bisa memberi pembekalan dan skill kepada warga binaan," ujar Priana.   Bersertifikat Priana mengatakan, OKI akan mencoba memberi pembekalan melalui pelatihan-pelatihan kewirausahaan. Melalui kegiatan itu, diharapkan akan menumbuhkan semangat kewirausahaan warga binaan, mendorong warga binaan menjadi wirausaha, memfasilitasi warga binaan dengan membekali mereka pengetahuan dan keahlian serta menjadi inkubator tercapainya wirausaha bagi warga binaan. "Kami akan membuat MoU terlebih dulu dengan Kanwil Kemenkum HAM. Dan kalau nanti terlaksana, kami akan menggandeng perusahaan besar untuk memberi pelatihan. Jadi nantinya bisa saja perusahaan itu mengeluarkan sertifikat sebagai bekal bagi warga binaan," ujarnya. Untuk langkah awal sebelum MoU, OKI akan membuat pemetaan lapas atau rutan mana saja di Jabar yang cocok diberi pelatihan. Nantinya, OKI akan menyebarkan angket jenis pelatihan yang diinginkan di tiap lapas sesuai kondisi lapas. "Kita juga akan bikin penentuan dan perencanaan program, persiapan materi program, pelaksanaan program sampai evaluasinya," janji Priana. (Lucky M. Lukman) Sumber : galamedianews.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0