Optimalkan Pemanfaatan Lahan, Lapas Perempuan Pangkalpinang Kembangkan Budi Daya Lele Terpadu
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Pangkalpinang kembangkan budi daya ikan lele dengan metode POC yang memadukan pemeliharaan ikan dan penanaman kangkung dalam satu wadah, Rabu (14/10). Inovasi ini jadi salah satu langkah untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong kegiatan produktif melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.
Dalam pelaksanaannya, ikan lele dipelihara di dalam wadah, sedangkan tanaman kangkung ditempatkan pada bagian atasnya. Sistem ini memungkinkan pemanfaatan ruang secara lebih efektif sekaligus menghasilkan dua komoditas pangan, yaitu ikan dan sayuran. Dengan pengelolaan yang tepat, budi daya terpadu ini berpotensi menjadi alternatif kegiatan produktif yang sederhana dan efisien.
Kepala Lapas Perempuan Pangkalpinang, Rina Setiari, menyampaikan bahwa pengembangan budi daya ini merupakan bagian dari upaya memanfaatkan sumber daya yang tersedia agar memberikan manfaat nyata.
“Melalui budi daya ini, kami ingin mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan lapas. Kami harap kegiatan ini dapat mendukung ketahanan pangan, menumbuhkan semangat produktivitas, serta menjadi salah satu bentuk inovasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Rina.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Mia Cahyani, menjelaskan bahwa budi daya terpadu memerlukan perawatan dan pemantauan secara berkala agar ikan dan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Menurutnya, pengelolaan yang tepat menjadi kunci agar kegiatan ini berjalan optimal dan memberikan hasil yang diharapkan.
“Budi daya ini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan ikan lele, tetapi juga pada pemanfaatan ruang untuk menanam kangkung. Kami akan terus mendorong perawatan dan pengelolaan yang baik agar kegiatan ini dapat berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ungkap Mia.
Lapas Perempuan Pangkalpinang berharap budi daya ikan lele dengan metode POC ini dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan secara produktif. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu inovasi yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan manfaat secara berkelanjutan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Pangkalpinang
What's Your Reaction?


