Panen 130 Kg Lele dari SAE 1, Lapas Banjarmasin Perkuat Pembinaan Kemandirian
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin panen 130 kilogram ikan lele di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Kamis (23/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang melibatkan Warga Binaan dengan pendampingan petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja).
Panen merupakan hasil budidaya yang dikelola secara berkelanjutan oleh Warga Binaan, mulai dari penebaran benih, pemberian pakan, pemantauan kualitas air, hingga perawatan kolam. Seluruh proses dilakukan di bawah bimbingan petugas Giatja sehingga menghasilkan lele siap panen.
Seluruh hasil panen sebanyak 130 kilogram dibeli oleh vendor penyedia bahan makanan untuk penuhi kebutuhan dapur Lapas Banjarmasin. Hasil tersebut menunjukkan produk budidaya Warga Binaan memiliki kualitas yang layak dimanfaatkan sekaligus mendukung keberlangsungan program pembinaan.
Petugas Giatja, Yoga Primajaya, mengatakan budidaya lele menjadi sarana pembelajaran yang membekali Warga Binaan dengan keterampilan di bidang perikanan.
"Panen 130 kilogram ini merupakan hasil dari pembinaan yang dilaksanakan secara konsisten di SAE 1. Warga Binaan terlibat langsung dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari penebaran benih, pemberian pakan, hingga proses panen. Hasil panen yang dibeli oleh vendor untuk kebutuhan dapur Lapas juga menjadi motivasi bagi Warga Binaan karena mereka melihat secara langsung bahwa hasil kerja mereka memiliki manfaat dan nilai ekonomi," ujar Yoga.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan program pembinaan kemandirian akan terus dikembangkan agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi.
"Kami ingin setiap program pembinaan memberikan manfaat yang nyata bagi Warga Binaan. Panen lele di SAE 1 ini menunjukkan bahwa melalui pembinaan yang terarah dan pendampingan yang berkesinambungan, Warga Binaan mampu menghasilkan produk berkualitas yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas. Ini menjadi bukti bahwa hasil pembinaan memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan bekal keterampilan bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Akhmad Herriansyah.
Salah seorang Warga Binaan, U, mengaku bangga dapat terlibat dalam seluruh proses budidaya hingga panen.
"Saya senang bisa ikut merawat ikan lele dari awal sampai panen. Rasanya bangga ketika mengetahui hasil panen kami digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas. Pengalaman ini membuat saya lebih percaya diri dan berharap keterampilan yang saya peroleh bisa menjadi bekal untuk membuka usaha ketika kembali ke tengah masyarakat," ungkap U. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


