Panen 25 Kg Kacang Panjang, Bukti Pembinaan Kemandirian di Lapas Ambon

Panen 25 Kg Kacang Panjang, Bukti Pembinaan Kemandirian di Lapas Ambon

Ambon, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon sukses panen 25 kg kacang panjang di kebun yang dikelola di luar kompleks Lapas, Selasa (23/12). Kegiatan ini menjadi puncak dari program pertanian yang melibatkan partisipasi aktif  Warga Binaan.

Kepala Lapas Ambon, Hendra, hadir langsung di tengah kebun hijau bersama jajaran struktural, staf, dan peserta magang untuk memetik hasil panen bersama Warga Binaan. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan kedisiplinan yang ditunjukkan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa dengan ketekunan dan dukungan yang tepat, Warga Binaan mampu menghasilkan produk berkualitas dan bermanfaat,” puji Hendra sambil memegang seikat kacang panjang hasil panen.

Program kebun sayur ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian dan pelatihan keterampilan bagi Warga Binaan. Mereka dilibatkan secara penuh dalam seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga pemanenan.

Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal Lapas, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Sistem penjualan yang dikelola secara transparan bertujuan menambah khas kegiatan kerja sekaligus memberikan nilai ekonomi langsung dari jerih payah Warga Binaan. Sebagian hasil juga didistribusikan ke dapur Lapas untuk meningkatkan gizi makanan sehari-hari.

Keberhasilan panen ini menunjukkan potensi besar pemanfaatan lahan kosong di luar Lapas sebagai sumber produktif. Program pertanian perkotaan ini dinilai efektif sebagai terapi rehabilitasi sekaligus mengajarkan tanggung jawab, kesabaran, dan kerja tim. Selain kacang panjang, kebun Lapas juga ditanami berbagai sayuran, seperti sawi, buncis, cabai, dan kangkung.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja berharap program ini dapat terus dikembangkan. Ke depan, lahan pertanian akan diperluas dan jenis komoditas ditambah. “Kami berkomitmen untuk mengembangkan berbagai pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar agar Warga Binaan memiliki bekal cukup untuk reintegrasi sosial,” tegasnya.

Seorang Warga Binaan berinisiaal M mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya. “Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, saya belajar ilmu bercocok tanam yang bisa menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat,” katanya.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pertanian yang turut memberikan bantuan berupa traktor mini untuk menggemburkan tanah, menjadi faktor pendukung kesuksesan program ini. Kolaborasi tersebut diharapkan berlanjut demi keberlanjutan dan peningkatan kualitas hasil pertanian.

Panen ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol pertumbuhan yang sesungguhnya. Layaknya benih kacang panjang yang merambat dan berbuah, Warga Binaan diharapkan tumbuh, berkembang, dan menghasilkan “buah” kebaikan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Ambon

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1