Panen 40 Butir Telur dan 14 Kg Kacang Panjang, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Petik Hasil Pembinaan Kemandirian
Banjarmasin, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali menunjukkan hasil positif. Pada Rabu (17/6), Warga Binaan panen 40 butir telur ayam dari peternakan ayam petelur sistem semi umbaran dan 14 kilogram kacang panjang yang dibudidayakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1.
Hasil tersebut menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan konsistensi pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di lingkungan Lapas Banjarmasin. Khusus peternakan ayam petelur, panen kali ini menambah hasil produksi sebelumnya yang telah menghasilkan 24 butir telur.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menjelaskan sektor pertanian dan peternakan akan terus dikembangkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus penguatan keterampilan Warga Binaan. "Warga Binaan terlibat langsung dalam seluruh proses kegiatan, mulai dari perawatan ayam, pemberian pakan, pembersihan kandang, hingga budidaya tanaman dan panen. Melalui kegiatan ini, mereka belajar bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, dan produktif," jelasnya.
Kegiatan pertanian dan peternakan menjadi bagian penting dalam program pembinaan Warga Binaan. Selain menghasilkan produk yang bermanfaat, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman dan keterampilan praktis, mulai dari pemeliharaan ternak, pengelolaan pakan, perawatan tanaman, hingga proses panen.
Salah seorang Warga Binaan inisial FI senang dapat berpartisipasi dalam proses perawatan hingga panen. "Kami merawat tanaman setiap hari, mulai dari membersihkan area tanam, menyiram, hingga memantau pertumbuhannya. Begitu juga dengan peternakan ayam yang rutin kami rawat dan beri pakan. Saat panen tiba dan hasilnya baik, kami merasa bangga karena usaha yang dilakukan membuahkan hasil. Kegiatan ini mengajarkan kami untuk lebih disiplin, sabar, dan bertanggung jawab," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan hasil panen tersebut merupakan buah dari kerja keras Warga Binaan yang secara aktif mengikuti program pembinaan kemandirian. "Panen telur ayam dan kacang panjang ini menunjukkan program pembinaan yang kami jalankan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata. Tidak hanya menghasilkan produk bernilai, kegiatan ini juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.
Hasil panen ini merupakan pengelolaan SAE yang terus dikembangkan di Lapas Banjarmasin. Selain ayam petelur dan kacang panjang, berbagai sektor pembinaan kemandirian lainnya juga terus dioptimalkan sebagai sarana pembelajaran dan penguatan keterampilan Warga Binaan.
Melalui pemanfaatan lahan dan sarana pembinaan yang tersedia, Lapas Banjarmasin terus mendorong terwujudnya program pembinaan kemandirian produktif, berkelanjutan, serta selaras dengan upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


