Panen 74 Ikat Kacang Panjang, Pembinaan Produktif Lapas Piru Dukung Ketahanan Pangan
Piru, INFO_PAS – Sebanyak 74 ikat kacang panjang berhasil dipanen dari lahan pertanian yang dikelola Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru, Rabu (17/6). Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk penuhi kebutuhan dapur Lapas, sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada pedagang lokal.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menyampaikan bahwa capaian panen kali ini merupakan hasil kerja keras Warga Binaan yang didampingi secara berkelanjutan dalam program pertanian.
“Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa proses pembinaan kemandirian di Lapas Piru berjalan secara konsisten. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Warga Binaan mampu mengelola lahan pertanian dengan baik hingga menghasilkan panen yang optimal dan berkualitas,” ujar Mustafa.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh. Ramdhan Basir, menegaskan bahwa kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi Warga Binaan.
“Program pertanian menjadi salah satu sarana pembinaan yang efektif dalam menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kerja Warga Binaan. Nilai-nilai positif tersebut terbentuk melalui keterlibatan langsung mereka dalam setiap tahapan kegiatan pertanian,” ungkap Ramdhan.
Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, mengapresiasi hasil yang telah dicapai. Ia menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah di bidang Pemasyarakatan.
“Kegiatan panen ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Piru dalam mendukung Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek ketahanan pangan dan penguatan program pembinaan. Kami akan terus mengembangkan program-program produktif yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan dan organisasi,” tegas Hery.
Salah seorang Warga Binaan, B, mengaku senang dapat memperoleh pengalaman baru melalui program pertanian yang dijalankan Lapas Piru.
“Saya merasa bangga bisa ikut terlibat dalam kegiatan ini. Dari yang sebelumnya tidak memahami cara bercocok tanam, sekarang saya dapat belajar mengolah lahan, merawat tanaman, hingga memanen hasilnya bersama teman-teman Warga Binaan lainnya,” tuturnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Piru
What's Your Reaction?


