Panen Kangkung 62 Kg, Bukti Nyata Pembinaan Kemandirian di Lapas Narkotika Karang Intan

Panen Kangkung 62 Kg, Bukti Nyata Pembinaan Kemandirian di Lapas Narkotika Karang Intan

Karang Intan, INFO_PAS Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan optimalkan pembinaan kemandirian melalui panen kangkung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Selasa (2/6). Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan berhasil memanen 62 kilogram kangkung hasil budidaya yang mereka tanam dan rawat secara berkelanjutan dengan pendampingan dan pengawasan petugas.

Panen tersebut merupakan program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif di bidang pertanian. Melalui keterlibatan langsung dalam proses penanaman, perawatan, hingga panen, Warga Binaan memperoleh pengalaman sekaligus pengetahuan yang menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Petugas seksi kegiatan kerja, Yudi Atmajaya, mendampingi dan mengawasi proses panen untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan. Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengalaman di bidang pertanian, tetapi juga mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja yang positif sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Yudi menyampaikan hasil panen kangkung tersebut menjadi bukti keberlangsungan program pembinaan kemandirian yang dikembangkan Lapas Narkotika Karang Intan melalui kegiatan pertanian produktif. "Panen kangkung ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dijalankan secara berkelanjutan. Selain menghasilkan produk pertanian, kegiatan ini juga melatih keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab Warga Binaan. Kami berharap pengalaman yang diperoleh menjadi bekal yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat," harapnya.

Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan panen, BD, senang dapat mengikuti program pembinaan pertanian yang diberikan oleh Lapas. "Kami belajar banyak mulai dari menanam, merawat, hingga memanen. Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan memberi pengalaman bermanfaat. Saya berharap keterampilan yang diperoleh dapat saya manfaatkan setelah bebas nanti," ungkapnya.

Keberhasilan panen kangkung seberat 62 kilogram tersebut menjadi bukti program pembinaan kemandirian mampu memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri secara positif. Program pertanian yang dilaksanakan di SAE 1 diharapkan menciptakan Warga Binaan yang lebih mandiri, terampil, serta siap berintegrasi kembali secara sehat dan produktif setelah menyelesaikan masa pidananya.

Melalui kegiatan produktif seperti ini, Warga Binaan tidak hanya mengisi masa pembinaan dengan aktivitas bermanfaat, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: LPN Karang Intan

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0