Panen Kedua Capai 600 Kg, Lapas Terbuka Kendal Buktikan Produktivitas Kebun Mangga

Panen Kedua Capai 600 Kg, Lapas Terbuka Kendal Buktikan Produktivitas Kebun Mangga

Kendal, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal kembali catatkan hasil positif dari program pembinaan kemandirian di sektor perkebunan. Pada panen mangga periode kedua tahun 2026, Rabu (10/6), produksi mangga varietas Harumanis dan Golek capai 600 kilogram, meningkat signifikan dibandingkan panen periode pertama yang hasilkan sekitar 100 kilogram.

Peningkatan produksi tersebut didukung semakin banyaknya pohon yang memasuki masa panen optimal. Selain itu, kondisi cuaca yang mendukung serta perawatan tanaman yang dilakukan secara rutin turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen pada musim ini.

Proses panen melibatkan Warga Binaan yang ikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian dan perkebunan. Mereka berperan dalam berbagai tahapan, mulai dari pemeliharaan kebun, pemanenan, penyortiran buah, hingga proses pengemasan sebelum didistribusikan ke pasar.

Setelah melalui proses sortir dan pengemasan, seluruh hasil panen periode kedua dikirim ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk yang dihasilkan Warga Binaan.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu'man Fauzi, mengatakan peningkatan hasil panen menjadi indikator semakin optimalnya pelaksanaan program pembinaan berbasis agro yang dijalankan di lingkungan Lapas.

"Kami sangat mengapresiasi semangat Warga Binaan dan petugas yang telah bekerja bersama menjaga produktivitas kebun mangga ini. Lonjakan hasil panen yang cukup signifikan menunjukkan bahwa program pembinaan berbasis pertanian yang kami jalankan mampu memberikan hasil yang nyata dan bermanfaat," ujar Nu'man.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Iwan Kusmawan, menjelaskan bahwa musim panen mangga tahun ini masih akan berlangsung dalam beberapa tahap berikutnya. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih terdapat banyak buah yang sedang berkembang dan siap dipanen secara bertahap.

"Panen kedua ini belum menjadi puncak akhir produksi. Kami memperkirakan masih ada beberapa periode panen lagi hingga sekitar bulan Oktober. Potensi hasil yang masih ada di pohon cukup besar sehingga peluang peningkatan total produksi tahun ini masih sangat terbuka," jelas Iwan.

Selain menghasilkan komoditas pertanian yang bernilai ekonomi, kegiatan perkebunan mangga juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memahami proses budidaya secara menyeluruh. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mereka memperoleh keterampilan teknis, pengalaman kerja, serta pembiasaan sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Dengan tren produksi yang terus meningkat dan prospek panen yang masih berlanjut hingga beberapa bulan ke depan, Lapas Terbuka Kendal optimistis program perkebunan mangga dapat terus menjadi sarana pembinaan yang produktif. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Terbuka Kendal

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0