Panen Ketiga Bulan Juli, Lapas Piru Teguhkan Pembinaan Produktif Berbasis Ketahanan Pangan
Piru, INFO_PAS - Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru dalam menghadirkan pembinaan yang produktif kembali membuahkan hasil. Sebanyak 44 ikat kacang panjang berhasil dipanen Warga Binaan di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi Kebun Kemandirian Lapas Piru, Senin (27/7).
Panen yang dilakukan dengan dan pengawasan langsung petugas ini merupakan panen ketiga komoditas kacang panjang selama Juli 2026 sekaligus menjadi bukti konsistensi pembinaan berbasis ketahanan pangan. Hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Piru, sebagian dipasarkan sebagai produk hasil pembinaan.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan keberhasilan panen tersebut merupakan hasil dari proses budidaya yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan Warga Binaan sejak tahap penanaman hingga panen. "Panen ketiga ini menunjukkan pembinaan pertanian berjalan konsisten. Selain menghasilkan panen, Warga Binaan juga memperoleh keterampilan, disiplin, dan tanggung jawab yang bermanfaat sebagai bekal di masa depan," ujarnya.
Senada, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh. Ramdhan Basir, menegaskan program pembinaan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga sarana membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya Warga Binaan. "Program pembinaan pertanian ini bukan sekadar menghasilkan produk, tetapi juga membentuk karakter Warga Binaan agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja yang baik. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh selama mengikuti pembinaan menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat," harapnya.
Keberhasilan panen tersebut juga memberikan semangat tersendiri bagi Warga Binaan yang terlibat langsung dalam proses budidaya. Salah seorang Warga Binaan berinisial M bangga dapat menjadi bagian dari pencapaian tersebut. "Saya merasa bangga, apalagi ini sudah menjadi panen ketiga kacang panjang selama bulan Juli, sehingga makin memotivasi untuk terus belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Pengalaman ini memberi saya keyakinan bahwa keterampilan yang diperoleh di Lapas akan sangat berguna ketika saya kembali ke masyarakat nanti," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Piru Hery Kusbandono, menegaskan keberhasilan panen ketiga menjadi bukti nyata pembinaan yang berorientasi pada hasil dan kebermanfaatan. "Kami akan terus memperkuat program pembinaan berbasis ketahanan pangan agar Warga Binaan memiliki keterampilan, etos kerja, dan kemandirian sebagai bekal saat kembali ke masyarakat," tegasnya.
Kegiatan ini turut mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas Warga Binaan. Melalui keberlanjutan program ini, Lapas Piru berharap produktivitas Warga Binaan terus meningkat, memberikan manfaat bagi kebutuhan internal maupun masyarakat, serta melahirkan pribadi-pribadi mandiri, terampil, dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke lingkungan sosialnya. (IR)
Kontributor: Lapas Piru
What's Your Reaction?


