Panen Telur Ayam Lapas Batulicin Melesat, Capai 270 Butir per Hari
Batulicin, INFO PAS – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali catatkan capaian membanggakan. Panen telur ayam hasil pembinaan Warga Binaan pada Selasa (28/7) mencapai sekitar 270 butir per hari, meningkat hampir 60 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada di kisaran 170 butir per hari.
Lonjakan produksi tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan di sektor peternakan yang dikembangkan di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Batulicin. Peningkatan ini tidak hanya menunjukkan produktivitas ternak yang terus membaik, tetapi juga mencerminkan konsistensi pembinaan yang berorientasi pada hasil dan penguatan ketahanan pangan.
Keberhasilan tersebut ditopang oleh sekitar 250 ekor ayam petelur produktif yang kini telah memasuki usia rata-rata 6,5 bulan. Memasuki masa puncak produksi, ayam-ayam tersebut menghasilkan telur dalam jumlah yang terus meningkat berkat pola pemeliharaan yang terencana, mulai dari pemberian pakan, pengawasan kesehatan, hingga kebersihan kandang yang dilakukan secara rutin.
Seluruh proses pemeliharaan dilakukan langsung oleh Warga Binaan sejak ayam masih fase awal pemeliharaan hingga memasuki masa bertelur. Melalui pendampingan petugas, Warga Binaan merawat ternak dengan penuh ketekunan, kedisiplinan, dan keseriusan sehingga hasil yang diperoleh terus menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, mengatakan peningkatan produksi merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Keberhasilan tersebut menunjukkan keterampilan Warga Binaan makin berkembang seiring meningkatnya pemahaman mereka terhadap manajemen peternakan ayam petelur.
"Peningkatan produksi ini menunjukkan pembinaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas, tetapi juga pada hasil yang terukur. Warga Binaan makin memahami manajemen pemeliharaan ayam petelur, mulai dari kebersihan kandang, pemberian pakan, hingga pengawasan kesehatan ternak sehingga produktivitasnya terus meningkat," ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan berinisial D bangga dapat menyaksikan hasil dari kerja keras yang dilakukan bersama rekan-rekannya setiap hari. Merawat ayam petelur mengajarkan kesabaran, tanggung jawab, dan ketelitian yang akan menjadi bekal berharga setelah kembali ke tengah masyarakat.
"Kami merawat ayam ini setiap hari sejak awal dengan sungguh-sungguh. Melihat hasil panennya terus meningkat menjadi kebanggaan bagi kami dan membuat kami makin semangat belajar agar nanti bisa menerapkan ilmu ini setelah bebas," ungkap D.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan peningkatan produksi telur ayam merupakan wujud nyata keberhasilan pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat sekaligus membangun karakter Warga Binaan. Keberhasilan tersebut menjadi bukti pembinaan yang dilakukan secara konsisten menghasilkan kompetensi, etos kerja, dan produk bernilai.
"Kami terus mendorong seluruh program pembinaan agar tidak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga memberikan dampak yang nyata. Peningkatan produksi telur ayam ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dijalankan secara disiplin sehingga Warga Binaan memperoleh pengalaman kerja sekaligus bekal usaha yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat," tegas Thoha.
Lapas Batulicin terus mengoptimalkan pengembangan sektor peternakan melalui peningkatan kualitas pemeliharaan, penguatan kompetensi Warga Binaan, dan inovasi program pembinaan lainnya agar manfaatnya makin luas bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang makin berdampak dan produktif. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


