Panen Telur Maggot Tandai Keberhasilan Budidaya di Lapas Batulicin

Panen Telur Maggot Tandai Keberhasilan Budidaya di Lapas Batulicin

Batulicin, INFO PAS – Program budidaya maggot yang dikembangkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Batulicin kembali tunjukkan hasil positif dengan keberhasilan panen telur maggot sebanyak35 gram, Rabu (17/6). Hasil tersebut menjadi indikator proses budidaya yang dijalankan Warga Binaan terus berkembang dan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.

Dari hasil panen tersebut, telur maggot yang dibudidayakan secara tepat dan terawat dengan baik berpotensi menghasilkan maggot produktif hingga mencapai sekitar 70 kilogram. Potensi tersebut menjadikan budidaya maggot sebagai salah satu program pembinaan kemandirian yang memiliki nilai edukatif sekaligus manfaat ekonomi yang menjanjikan.

Keberhasilan panen telur ini juga menunjukkan tingginya produktivitas indukan lalat Black Soldier Fly yang dibudidayakan. Dalam satu siklus reproduksi, seekor indukan mampu menghasilkan ribuan butir telur yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi koloni maggot baru untuk mendukung keberlanjutan budidaya.

Setelah dipanen, telur maggot hanya membutuhkan waktu sekitar empat hari untuk menetas menjadi baby maggot. Pada fase tersebut, perawatan harus dilakukan secara intensif dan terukur agar pertumbuhan larva berjalan optimal hingga menghasilkan maggot berkualitas yang siap dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun kebutuhan budidaya berikutnya.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menyampaikan panen telur maggot merupakan capaian penting dalam rangkaian program budidaya yang dikembangkan di Lapas Batulicin. Hasil tersebut menunjukkan Warga Binaan mampu memahami dan menerapkan teknik budidaya dengan baik melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.

"Panen telur ini menjadi bukti proses budidaya berjalan dengan baik dan produktif. Kami berharap Warga Binaan terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya sehingga budidaya maggot dapat berkembang menjadi program pembinaan yang bernilai dan berkelanjutan," ujar Harry.

Salah satu Warga Binaan berinisial H antusias mengikuti setiap tahapan budidaya maggot mulai dari perawatan indukan hingga panen telur. Menurutnya, keberhasilan panen kali ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan yang dapat bermanfaat di masa depan.

"Melihat telur yang berhasil dipanen memberikan semangat tersendiri bagi kami. Dari proses ini kami belajar bahwa ketelatenan dan perawatan yang baik dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat," ujar H.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan budidaya maggot merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang mengajarkan produktivitas, inovasi, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Keberhasilan panen telur maggot menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan mampu menghasilkan keterampilan nyata yang memiliki manfaat jangka panjang.

"Setiap tahapan dalam budidaya maggot mengandung nilai pembelajaran yang sangat baik bagi Warga Binaan. Keberhasilan panen telur ini menjadi bukti dengan kemauan belajar dan pendampingan tepat, Warga Binaan mampu menghasilkan karya produktif yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan," ujar Thoha.

Melalui pengembangan budidaya maggot yang terus berlanjut, Lapas Batulicin berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada kemandirian. Keberhasilan panen telur maggot diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan budidaya yang lebih besar dan memberikan manfaat yang makin luas di masa mendatang. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0