Patton Labre, Inovasi Lapas Brebes Perkuat Perlindungan dan Keselamatan Warga Binaan
Brebes, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes terus tingkatkan kualitas percepatan layanan kesehatan bagi Warga Binaan melalui inovasi sistem PATTON LABRE atau Panic Button Lapas Brebes. Inovasi ini digagas sebagai solusi untuk mempercepat respons penanganan kondisi darurat kesehatan Warga Binaan sekaligus memperkuat sistem pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis.
Inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh masih panjangnya waktu respons penanganan Warga Binaan sakit yang rata-rata melebihi 15 menit. Kondisi ini terjadi karena proses pelaporan masih dilakukan secara manual dan berjenjang, mulai dari Warga Binaan kepada petugas blok, diteruskan kepada Kepala Regu Pengamanan, hingga petugas kesehatan. Di sisi lain, kondisi hunian yang padat turut menjadi tantangan dalam mendeteksi dan merespons keadaan darurat secara cepat.
Melalui Patton Labre, Warga Binaan yang mengalami kondisi darurat dapat segera memberikan tanda bahaya dengan menekan panic button yang telah terpasang di kamar blok hunian. Sinyal darurat tersebut akan langsung diterima oleh petugas pengamanan sehingga proses koordinasi dan penanganan dilakukan lebih cepat dan efektif.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Mohammad Ziun Khabibulloh, menjelaskan Patton Labre bertujuan meningkatkan kualitas percepatan layanan kesehatan sekaligus menjamin terpenuhinya hak-hak dasar Warga Binaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana notifikasi darurat, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan profesionalitas, akuntabilitas, serta sinergi antara petugas pengamanan dan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada Warga Binaan.
“Melalui Patton Labre, kami berupaya memangkas rantai pelaporan yang selama ini masih berjenjang sehingga informasi kondisi darurat diterima secara real time. Dengan demikian, petugas bergerak lebih cepat dalam memberikan pertolongan dan mengambil langkah penanganan yang diperlukan,” terang Ziun.
Sementara itu, Kepala Lapas Brebes, Mudo Mulyanto, menyampaikan apresiasinya atas lahirnya inovasi tersebut sebagai komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan perlindungan terhadap Warga Binaan. “Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang wajib dipenuhi. Kehadiran Patton Labre menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap kondisi darurat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur sehingga keselamatan Warga Binaan lebih terjamin,” ungkapnya.
Melalui implementasi Patton Labre, Lapas Brebes menargetkan penurunan waktu respons penanganan Warga Binaan sakit dari lebih dari 15 menit menjadi kurang dari lima menit. Selain itu, inovasi ini diharapkan meningkatkan profesionalitas petugas, memperkuat koordinasi lintas fungsi, menekan risiko memburuknya kondisi kesehatan Warga Binaan akibat keterlambatan penanganan, serta mendukung terwujudnya pelayanan Pemasyarakatan yang Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel. (IR)
Kontributor: Lapasa Brebes
What's Your Reaction?


