Pelatihan Kerajinan Batok Kelapa Perkuat Kemandirian Warga Binaan Lapas Banjarmasin
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin latih Warga Binaan buat kerajinan berbahan dasar batok kelapa. Kegiatan yang dibuka Kamis (11/6) di Workshop Kegiatan Kerja tersebut merupakan bagian dari bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelita Warna PT Pelindo Subregional Kalimantan. Pelatihan diikuti 30 Warga Binaan dan dan akan berlangsung tiga hari hingga Sabtu (13/6).
Pelatihan hadirkan dua instruktur, Bambang Wijanarko dan Husni, yang memberikan materi serta praktik langsung mengenai teknik pengolahan batok kelapa menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi. Peserta dibekali keterampilan mulai dari pemilihan bahan, pembentukan, penghalusan, hingga penyelesaian produk.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Banjarmasin, Obi Noverianda, menyebut pelatihan ini merupakan salah satu upaya tingkatkan kompetensi dan kreativitas Warga Binaan melalui pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pengembangan keterampilan kerja.
“Pelatihan ini memberikan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Warga Binaan inisial JK, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan menjadi pengalaman berharga yang dapat dimanfaatkan di masa mendatang.
“Harapan saya, ilmu dan keterampilan yang didapat dari pelatihan ini dapat menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri setelah bebas nanti. Saya juga ingin terus mengembangkan kemampuan yang telah diajarkan agar bisa menghasilkan produk yang bernilai jual,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengapresiasi dukungan PT Pelindo Subregional Kalimantan yang telah memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan baru melalui Program TJSL Pelita Warna.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas. Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Lapas Banjarmasin tingkatkan kualitas pembinaan kemandirian melalui sinergi dengan berbagai mitra. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


