Pemasyarakatan Papua Barat Hadirkan Posyandu Remaja di LPKA Manokwari
Manokwari, INFO_PAS – Pemasyarakatan kembali menunjukkan peran strategisnya dalam membangun generasi muda yang sehat dan berdaya melalui kegiatan Posyandu Remaja bagi 16 Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Manokwari. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dokter Ahli Pertama bersama Dokter Gigi Ahli Pertama Kantor Wilayah Direkorat Jenderal Pemasyarakatan Papua Barat dengan pendampingan langsung jajaran LPKA Manokwari, Rabu (25/2).
Tidak sekadar layanan kesehatan rutin, kegiatan Posyandu Remaja menjadi pendekatan pembinaan holistik Pemasyarakatan yang mengintegrasikan aspek kesehatan fisik, mental, dan edukasi gaya hidup sehat bagi Anak Binaan sebagai bekal reintegrasi sosial di masa depan. Anak Binaan mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi dan mulut, serta edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, dan pola makan sehat.
Dokter Ahli Pertama yang memberikan pelayanan, dr. Wahyu, menyampaikan Posyandu Remaja menjadi sarana edukasi kesehatan yang efektif karena dilakukan secara langsung dan dialogis. “Anak Binaan sangat antusias. Kami tidak hanya memeriksa kesehatan mereka, tetapi juga mengajak mereka berdiskusi tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mereka,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Pelaksana Tugas Kepala LPKA Manokwari, Suwandi, menegaskan kegiatan ini merupakan komitmen Pemasyarakatan dalam memenuhi hak dasar Anak Binaan, khususnya hak atas layanan kesehatan dan pendidikan kesehatan. Ia menambahkan pembinaan kesehatan merupakan bagian penting dari proses perubahan perilaku. Dengan tubuh yang sehat dan pengetahuan yang cukup, Anak Binaan akan lebih mudah mengikuti program pendidikan dan pembinaan kepribadian di dalam LPKA.
“Pemasyarakatan tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga membina. Posyandu Remaja adalah wujud tanggung jawab kami untuk memastikan anak-Anak Binaan tetap sehat secara fisik dan mental, sehingga mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Suwandi.
Melalui kegiatan ini, Pemasyarakatan menunjukkan pembinaan Anak Binaan bukan semata soal penegakan aturan, tetapi tentang mempersiapkan generasi muda agar mampu kembali ke masyarakat dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik. Kegiatan ini juga menjadi ajakan terbuka kepada masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga kesehatan remaja, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun komunitas. Masyarakat diharapkan mendukung program pembinaan Anak Binaan dengan memberikan pemahaman, kesempatan, dan kepercayaan saat mereka kembali ke tengah kehidupan sosial.
Dengan Posyandu Remaja di LPKA Manokwari, Pemasyarakatan menegaskan komitmennya sebagai institusi yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada masa depan generasi muda Indonesia. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Papua Barat
What's Your Reaction?


