Sinergi dengan Kemenag, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Dapat Pendampingan Tahsin Al-Qur'an
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus perkuat program pembinaan kepribadian melalui peningkatan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui sinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin yang menugaskan sejumlah Penyuluh Agama Islam untuk mendampingi tahsin Al-Qur’an di Masjid Baabut Taqwa Lapas Banjarmasin, Rabu (17/6).
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengapresiasi dukungan dan komitmen Kantor Kemenag Kota Banjarmasin dalam memperkuat program pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan. “Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi antarlembaga dalam mendukung proses pembinaan Warga Binaan. Kami berharap tahsin Al-Qur’an menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan karakter positif Warga Binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, 10 Penyuluh Agama ditugaskan untuk memberikan pembelajaran dan pendampingan kepada Warga Binaan dalam tahsin Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap Rabu pukul 09.30 Wita hingga selesai selama periode Juni hingga Desember 2026. Salah satu Penyuluh Agama Islam, Khairul Amin, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat belajar yang ditunjukkan Warga Binaan selama kegiatan berlangsung.
“Antusiasme Warga Binaan sangat luar biasa. Saat materi disampaikan, mereka menyimak dengan baik dan menunjukkan kesungguhan dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Semangat seperti ini menjadi modal penting dalam proses pembinaan dan perubahan diri ke arah yang lebih baik,” puji Khairul.
Pembelajaran berlangsung dengan suasana khidmat. Warga Binaan antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan para Penyuluh Agama, mulai dari perbaikan makharijul huruf, penerapan hukum tajwid, hingga kelancaran membaca Al-Qur’an.
Salah seorang Warga Binaan, AS, merasakan langsung manfaat dari kegiatan pembelajaran tersebut. Menurutnya, program Tahsin Al-Qur’an memberikan semangat baru dalam menjalani masa pembinaan.
“Dulu saya masih banyak salah dalam membaca Al-Qur'an. Melalui kegiatan ini, saya belajar memperbaiki bacaan sedikit demi sedikit. Kami sangat bersyukur karena ada para penyuluh yang datang membimbing. Semoga ilmu yang kami pelajari menjadi jalan untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah,” harap AS.
Program Tahsin Al-Qur’an menjadi salah satu pembinaan kepribadian yang secara konsisten dilaksanakan di Lapas Banjarmasin. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat akhlak, dan membangun semangat perubahan ke arah yang lebih baik.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Lapas Banjarmasin terus berkomitmen menghadirkan pembinaan berkualitas dan berkelanjutan. Kehadiran para Penyuluh Agama dari Kemenag Kota Banjarmasin menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembinaan humanis, inklusif, dan berdampak positif bagi proses reintegrasi sosial Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


