Pembinaan Berbasis Kemandirian Pemasyarakatan Tuai Apresiasi Puslemasmil

Pembinaan Berbasis Kemandirian Pemasyarakatan Tuai Apresiasi Puslemasmil

Jakarta, INFO_PAS – Transformasi pembinaan yang dijalankan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), mulai dari program ketahanan pangan hingga pelatihan keterampilan kerja, diapresiasi Pusat Lembaga Pemasyarakatan Militer (Puslemasmil). Apresiasi tersebut disampaikan dalam audiensi antara jajaran Ditjenpas dan Puslemasmil di Kantor Ditjenpas, Jakarta Pusat, Rabu (3/6), sebagai bagian dari penguatan sinergi dan pertukaran praktik baik penyelenggaraan pembinaan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mengatakan Pemasyarakatan kini tidak hanya jalankan fungsi pembinaan, tetapi juga bekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Salah satu wujud transformasi tersebut terlihat di Nusakambangan yang dikembangkan sebagai sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian.

“Kami telah mengubah Nusakambangan menjadi sentra ketahanan pangan dengan total 21 jenis keterampilan kerja yang dapat diikuti Warga Binaan sesuai kebutuhan dunia kerja dan potensi usaha produktif,” ujar Mashudi.

Selain itu, Ditjenpas juga menetapkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal sebagai proyek percontohan (pilot project) pembinaan berbasis kemandirian pangan. Menurut Mashudi, seluruh program tersebut sejalan dengan visi “Pemasyarakatan Bermanfaat bagi Masyarakat” yang mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali berperan positif di lingkungan sosialnya.

Kepala Puslemasmil, Brigjen TNI M. Yusrif Guntur, mengaku melihat langsung perkembangan positif pembinaan Pemasyarakatan saat berkunjung ke Lapas Kelas I Tangerang dan Lapas Kelas I Sukamiskin beberapa waktu lalu. Ia mengapresiasi berbagai program unggulan, seperti pengolahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA), program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembuatan kapal, greenhouse, hingga pelatihan barista melalui pengelolaan coffee shop.

“Sekarang Lapas tidak bisa lagi dipandang hanya sebagai tempat pemenjaraan. Berbagai program yang dijalankan menunjukkan peran Pemasyarakatan sebagai wadah pembelajaran, pemberdayaan, dan persiapan reintegrasi sosial bagi Warga Binaan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Puslemasmil berencana mengunjungi Nusakambangan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pembinaan kemandirian dan kawasan ketahanan pangan yang dikembangkan Ditjenpas.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko, menjelaskan bahwa implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru menghadirkan pidana kerja sosial dan pidana pengawasan sebagai alternatif pemidanaan. Kebijakan tersebut didukung oleh 94 Balai Pemasyarakatan (Bapas) yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Keberadaan pidana alternatif diharapkan dapat mendukung reintegrasi pelanggar hukum sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya negara dalam penyelenggaraan Pemasyarakatan,” jelasnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pengamanan Puslemasmil Kolonel Cpm Agus Subur M., Kepala Bidang Administrasi Teknis Puslemasmil Kolonel Chk Allan Hermit Prasetyo, serta Kepala Bidang Rehabilitasi Puslemasmil Kolonel Laut (H/W) Toho Nirmawaty Hutabarat. (afn)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0