Pembinaan Kemandirian Berbuah Panen Beruntun, Lapas Banjarmasin Perkuat Ketahanan Pangan

Pembinaan Kemandirian Berbuah Panen Beruntun, Lapas Banjarmasin Perkuat Ketahanan Pangan

Banjarmasin, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus menunjukkan hasil nyata. Melalui optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Warga Binaan bersama petugas berhasil mencatat panen beruntun dalam dua hari berturut-turut sebagai wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Pada Jumat (24/7), petugas bersama Warga Binaan berhasil memanen 30 kilogram ikan lele, 160 pot pakcoy, dan 180 butir telur ayam dari kawasan SAE. Seluruh hasil panen tersebut dipasarkan sebagai pembelajaran kewirausahaan yang dibangun secara berkelanjutan. Sebanyak 180 butir telur dipasarkan melalui Koperasi Lapas, 30 kilogram ikan lele dijual di Stand Giatja dan Kantin ASTEDA, sedangkan 160 pot pakcoy dipasarkan kepada vendor penyedia bahan makanan dapur Lapas.

Produktivitas tersebut kembali berlanjut pada Sabtu (25/7) saat petugas bersama Warga Binaan panen kangkung organik di area SAE 1 dengan hasil mencapai 92 kilogram. Kangkung yang dipanen merupakan jenis kangkung cabut organik yang dibudidayakan tanpa menggunakan pestisida kimia. Dengan masa tanam sekitar 21 hingga 25 hari, komoditas ini menjadi salah satu tanaman unggulan di SAE 1 karena produktif, mudah dibudidayakan, serta memiliki kualitas yang baik dan nilai ekonomi.

Seluruh hasil panen kangkung sebanyak 92 kilogram selanjutnya dipasarkan kepada vendor penyedia bahan makanan dapur Lapas. Hasil penjualannya disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak, sementara sebagian dialokasikan sebagai premi bagi Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja. Skema ini menjadi pembelajaran kewirausahaan yang memberikan pengalaman kerja produktif sekaligus nilai ekonomi bagi Warga Binaan.

Kegiatan panen dipimpin langsung Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi Obi Noverianda selaku Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, serta Agus Sugiyatno selaku Kepala Subseksi Sarana Kerja. Turut hadir jajaran petugas kegiatan kerja bersama Warga Binaan yang selama ini terlibat aktif dalam pengelolaan lahan pertanian.

Akhmad mengapresiasi sinergi antara petugas dan Warga Binaan dalam mengoptimalkan lahan pertanian sebagai sarana pembinaan yang produktif. "Panen beruntun yang berhasil dicapai menjadi bukti pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin berjalan berkelanjutan. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan di SAE membekali Warga Binaan dengan keterampilan pertanian, perikanan, dan peternakan yang dapat menjadi bekal berharga ketika kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.

Senada, Obi Noverianda menjelaskan keberhasilan panen merupakan hasil dari pendampingan petugas yang berkelanjutan dan kedisiplinan Warga Binaan dalam menjalankan proses budidaya. "Perawatan seluruh komoditas dilakukan secara rutin sesuai standar budidaya, mulai dari penyiapan media, pemeliharaan hingga panen. Pendampingan yang konsisten dari petugas serta kesungguhan Warga Binaan menjadi faktor utama sehingga hasil yang diperoleh terus meningkat dan memiliki kualitas yang baik," jelasnya.

Rasa bangga juga disampaikan salah seorang Warga Binaan berinisial U yang terlibat langsung dalam proses budidaya hingga panen. "Kami sangat bersyukur bisa melihat hasil kerja keras selama beberapa pekan ini. Melalui kegiatan di SAE, kami belajar teknik budidaya yang baik dan benar. Selain memperoleh pengalaman, kami juga menerima premi dari hasil pekerjaan ini sehingga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya secara positif," ungkapnya.

Beragam hasil panen dari sektor pertanian, perikanan, dan peternakan menjadi implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian Warga Binaan serta dukungan terhadap program ketahanan pangan nasiona. Rangkaian hasil panen tersebut menjadi bukti program pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan. Melalui pembinaan kemandirian berkelanjutan, Lapas Banjarmasin terus memperkuat fungsi Pemasyarakatan produktif dan berdampak. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0