Pembinaan Kemandirian Lapas Ambon Hasilkan Produk UMKM Keripik Keladi
Ambon, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembangkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupa keripik keladi melalui kolaborasi Warga Binaan dan peserta Program Magang Nasional, Sabtu (13/12). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada penguatan keterampilan kerja dan kewirausahaan.
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan bersama peserta magang mengolah 25 kilogram umbi keladi menjadi 80 bungkus keripik. Proses produksi dilaksanakan di ruang kegiatan kemandirian dengan pendampingan petugas serta peserta magang dari berbagai latar belakang keilmuan.
Kolaborasi ini menghadirkan pola pembinaan yang lebih aplikatif. Peserta magang terlibat sebagai pendamping dalam proses produksi, pengemasan, hingga perhitungan harga jual, sementara Warga Binaan berperan aktif dalam seluruh tahapan pengolahan.
Pembuatan keripik dilakukan secara terstruktur, mulai dari pemilihan bahan baku, pengupasan, pengirisan tipis menggunakan alat khusus, hingga penggorengan dengan suhu terkontrol. Warga Binaan juga dibekali pemahaman terkait higienitas, standar produksi pangan, serta pengelolaan usaha sederhana.
Kepala Lapas Ambon, Hendra Budiman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan pasca-pembebasan.
“Program ini bukan hanya tentang menghasilkan produk, tetapi membangun karakter, kemandirian, dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat. Kami ingin mereka memiliki kemampuan yang benar-benar bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Kegiatan ini sejalan dengan Akselerasi Pembinaan Kemandirian yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya dalam penguatan pendayagunaan Warga Binaan untuk menghasilkan produk UMKM bernilai jual.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Ambon, Nober Hasanda, menegaskan pembinaan dirancang agar Warga Binaan memahami proses usaha secara menyeluruh. “Kami ingin Warga Binaan tidak hanya bisa memproduksi, tetapi memahami alur dari bahan baku hingga produk siap jual. Ini menjadi bekal penting saat mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Salah satu peserta magang, Mona, menilai kegiatan ini memberikan manfaat timbal balik. “Ini pembelajaran dua arah. Kami belajar manajemen produksi dan pengemasan, sementara Warga Binaan berbagi pengalaman hidup yang sangat berharga,” tuturnya.
Produk keripik keladi hasil kolaborasi tersebut mulai dipasarkan secara terbatas kepada pengunjung Lapas, pegawai, serta melalui sistem pemesanan. Hasil penjualan dimanfaatkan sebagai modal usaha dan dana kesejahteraan kelompok kemandirian.
Salah satu Warga Binaan berinisial O, mengaku termotivasi mengikuti kegiatan tersebut. “Saya merasa masih produktif dan bisa belajar hal positif. Bangga ketika orang menyukai keripik buatan kami. Ini memotivasi saya untuk lebih serius belajar berwirausaha,” ungkapnya.
Ke depan, Lapas Ambon berencana meningkatkan kualitas kemasan serta memperluas jejaring pemasaran produk keripik keladi sebagai bagian dari penguatan pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Ambon
What's Your Reaction?


