Pembinaan Kerohanian Terus Berjalan melalui Tadarus Al-Qur’an di Lapas Batulicin
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus perkuat pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan melalui Tadarus Al-Qur’an di Masjid At-Taubah, Sabtu (13/6). Kegiatan tersebut menjadi program pembinaan kepribadian untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kecintaan Warga Binaan terhadap Al-Qur’an.
Tadarus dilakukan dengan pendampingan petugas dan Warga Binaan yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik. Kegiatan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembelajaran makharijul huruf, penerapan ilmu tajwid, serta saling menyimak dan memperbaiki bacaan secara bersama-sama.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, mengatakan Tadarus Al-Qur’an menjadi sarana efektif untuk membangun karakter dan memperkuat nilai spiritual Warga Binaan. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut diharapkan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan pembentuk akhlak yang baik.
"Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan. Melalui Tadarus yang dilaksanakan secara rutin, kami berharap tumbuh kecintaan terhadap Al-Qur’an yang menjadi pedoman dalam memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik," harap Harry.
Suasana religius tampak terasa di saat Warga Binaan mengikuti Tadarus dengan penuh kesungguhan dan kekhusyukan. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga menjadi sarana introspeksi diri dan pembentukan karakter yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.
Salah satu Warga Binaan berinisial U mengaku Tadarus memberikan dampak positif dalam proses pembinaan yang dijalaninya. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga menghadirkan ketenangan batin dan semangat untuk terus memperbaiki diri.
"Tadarus membuat hati lebih tenang dan menambah semangat untuk terus belajar membaca Al-Qur’an dengan benar. Setiap hari kami belajar memperbaiki bacaan, memahami tajwid, dan makin mencintai Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup," ujar U.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan kerohanian merupakan fondasi penting dalam membentuk perubahan perilaku Warga Binaan. Kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat menjadi kekuatan moral yang membimbing Warga Binaan menuju kehidupan yang lebih baik dan bermakna.
"Ketika Al-Qur’an menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, akan tumbuh nilai keimanan, kedisiplinan, dan kesadaran diri yang kuat. Kami berharap Tadarus ini melahirkan pribadi-pribadi yang lebih baik, berakhlak, dan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an," ujar Thoha.
Melalui Tadarus yang dilaksanakan secara konsisten, Lapas Batulicin terus berkomitmen menghadirkan pembinaan kerohanian humanis dan berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter dan memperkuat bekal spiritual Warga Binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


