Pembinaan Malam Jumat, Lapas Tanjung Perkuat Karakter Warga Binaan
Tanjung, INFO_PAS – Lantunan ayat suci Al-Qur'an menggema di Masjid At-Tawwabin Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung saat Warga Binaan ikuti pembacaan Surah Al-Kahfi, Yasinan, tahlil, dan doa bersama malam Jumat, Kamis (23/7). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan karakter positif selama menjalani masa pidana.
Pembinaan keagamaan tersebut dilaksanakan secara rutin sebagai salah satu program pembinaan kepribadian di Lapas Tanjung. Melalui kegiatan itu, Warga Binaan diajak manfaatkan waktu dengan aktivitas bernilai ibadah sekaligus memperdalam pemahaman agama dalam suasana yang tertib dan khusyuk.
Kepala Lapas Tanjung, Tri Joko Wiyono, mengatakan pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam mendukung perubahan perilaku Warga Binaan.
"Kami ingin menghadirkan pembinaan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memperkuat mental dan spiritual Warga Binaan. Nilai-nilai keagamaan diharapkan menjadi fondasi untuk membangun pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab," ujar Tri Joko.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Robyanoor, menjelaskan pembacaan Surah Al-Kahfi, Yasinan, tahlil, dan doa bersama terus dipertahankan karena memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter Warga Binaan.
"Kami melihat antusiasme Warga Binaan terus meningkat dalam mengikuti pembinaan keagamaan. Kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menanamkan nilai disiplin, kesabaran, dan kepedulian," ungkap Robyanoor.
Sementara itu, Staf Pembinaan, Lutfi, mengatakan pihaknya terus mendampingi setiap kegiatan agar berlangsung tertib dan memberikan manfaat bagi peserta.
"Kami berupaya menghadirkan suasana pembinaan yang nyaman sehingga Warga Binaan dapat mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan sungguh-sungguh. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tutur Lutfi.
Lapas Tanjung bekali Warga Binaan dengan nilai-nilai spiritual sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. Pembinaan tersebut juga jadi bagian dari upaya mewujudkan tujuan Pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


