Penuhi Hak Beribadah, Lapas Batulicin Fasilitasi Ibadah Online bagi Warga Binaan Nasrani

Penuhi Hak Beribadah, Lapas Batulicin Fasilitasi Ibadah Online bagi Warga Binaan Nasrani

Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin fasilitasi ibadah virtual bagi Warga Binaan Nasrani sebagai pemenuhan hak beribadah dan pembinaan kerohanian, Rabu (1/7). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut program pelayanan ibadah online yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Warga Binaan Pemasyarakatan Cahaya Kasih bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).

Lapas Batulicin menyediakan sarana dan prasarana penunjang berupa perangkat komputer, jaringan internet, pengeras suara, dan layar untuk menunjang kelancaran pelaksanaan ibadah. Selama kegiatan berlangsung, Warga Binaan mengikuti ibadah secara tertib dengan pendampingan petugas sesuai ketentuan yang ditetapkan Ditjenpas.

Selain memastikan hak beribadah terpenuhi, petugas juga melakukan pengawasan terhadap penggunaan perangkat agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak disalahgunakan. Langkah tersebut menjadi komitmen Lapas Batulicin dalam menghadirkan pembinaan kepribadian yang seimbang dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, mengatakan pelayanan ibadah secara virtual merupakan bentuk komitmen dalam memenuhi hak dasar Warga Binaan sekaligus memperkuat pembinaan kepribadian. Pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

"Kami memastikan setiap Warga Binaan memperoleh hak beribadah sesuai agama dan keyakinannya. Melalui pelayanan ibadah online ini, kami berharap pembinaan kerohanian berjalan optimal dan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan," harap Harry.

Warga Binaan berinisial M bersyukur mengikuti ibadah secara rutin meskipun sedang menjalani masa pidana. Kesempatan tersebut memberikan ketenangan batin sekaligus memperkuat iman untuk terus memperbaiki diri.

"Kami merasa diperhatikan karena tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik. Kegiatan ini memberi semangat, menguatkan iman, dan menjadi pengingat untuk terus menjalani pembinaan dengan penuh harapan menuju kehidupan yang lebih baik," ungkap M.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pemenuhan hak beribadah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Pemasyarakatan yang menghormati hak asasi manusia. Pembinaan kerohanian yang dilaksanakan berkelanjutan akan memperkuat proses pembentukan karakter Warga Binaan agar siap kembali menjadi pribadi yang bertanggung jawab di tengah masyarakat.

"Pemenuhan hak beribadah merupakan komitmen kami dalam menghadirkan pembinaan humanis, berkeadilan, dan berorientasi pada perubahan perilaku. Kami akan terus memastikan setiap Warga Binaan memperoleh layanan pembinaan kerohanian secara optimal dengan tetap mengedepankan keamanan, ketertiban, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia," tegas Thoha.

Melalui fasilitasi ibadah online bagi Warga Binaan Nasrani, Lapas Batulicin terus memperkuat pembinaan kepribadian inklusif dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi komitmen Pemasyarakatan dalam memenuhi hak beribadah sekaligus membentuk Warga Binaan yang memiliki keimanan, integritas, dan kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0