Penuhi Tanggung Jawab Orang Tua, Warga Binaan Langsungkan Akad Nikah Putrinya di Lapas Yogyakarta
Yogyakarta, INFO_PAS — Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid Al-Fajar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta pada Sabtu (25/7). Seorang Warga Binaan berinisial RAS berkesempatan menunaikan kewajiban sucinya sebagai seorang ayah untuk menikahkan putrinya secara langsung meski saat ini tengah menjalani masa pembinaan.
Jarak yang jauh dari luar provinsi tak menyurutkan langkah keluarga besar untuk melangsungkan momen sakral ini di Lapas. Di hadapan penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Pakualaman, ijab kabul terucap dengan lancar dan penuh keteguhan. Sang menantu resmi meminang putri Warga Binaan tersebut dengan mas kawin berupa logam mulia 10 gram dan uang tunai sebesar Rp2.672.500,00.
Momen bahagia ini terasa makin istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh pihak keluarga dan petugas Lapas, tetapi juga turut disaksikan dan didoakan oleh Warga Binaan santri Madrasah Al-Fajar Lapas Yogyakarta. Lantunan doa dari para santri menambah syahdu suasana religius di dalam masjid, memberikan dukungan moral yang besar bagi keluarga mempelai.
Kepala Lapas Yogyakarta, Marjiyanto, menegaskan prosesi pernikahan ini adalah wujud nyata komitmen Lapas dalam memenuhi hak-hak dasar Warga Binaan. Ia juga menekankan dukungan semacam ini adalah bagian dari standar pelayanan sehari-hari.
"Kami memfasilitasi kegiatan ini sebagai pelayanan dan pemenuhan hak Warga Binaan untuk tetap dapat menjalankan perannya dalam keluarga. Pelayanan ini berjalan mengalir begitu saja, bukan sesuatu yang harus dipersiapkan secara khusus apalagi terkesan berlebihan. Kami senantiasa siap memfasilitasi hak-hak dasar dan ibadah Warga Binaan kapan pun dibutuhkan, tentunya dengan tetap mematuhi prosedur keamanan yang berlaku," ujar Marjiyanto.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala KUA Kemantren Pakualaman, Anas Yusuf, mengucapkan terima kasih kepada Lapas Yogyakarta atas dukungan, partisipasi, dan doanya. "Berkat sinergi ini, kesempatan yang berbahagia dan sakral ini berjalan dengan sangat lancar," ujarnya.
Raut kelegaan tampak jelas dari keluarga mempelai seusai prosesi. Bahkan, sebelum meninggalkan area Lapas, pihak keluarga yang datang dari luar provinsi tampak berulang kali menyematkan senyum dan gestur terima kasih kepada para petugas yang berjaga.
Pernikahan di balik tembok Lapas ini menjadi bukti pembinaan di Lapas Yogyakarta tidak memutus tali silaturahmi dan tanggung jawab sosial seorang ayah. (IR)
Kontributor: Lapas Yogyakarta
What's Your Reaction?


