Percaya Kuasa Tuhan, Warga Binaan Kristiani Lapas Banjarmasin Dikuatkan Melayani dengan Kasih

Percaya Kuasa Tuhan, Warga Binaan Kristiani Lapas Banjarmasin Dikuatkan Melayani dengan Kasih

Banjarmasin, INFO_PAS – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Oikumene Lembaga Pemasyarakatam (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin saat Warga Binaan Kristiani jalani ibadah rutin bulanan pelayanan dari Gereja Protestan Indonesia Barat Maranatha, Selasa (20/1). Kegiatan ini diikuti seluruh Warga Binaan Kristiani bersama Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin.

Selaku Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak turut menyampaikan refleksi rohani kepada para Warga Binaan. “Fokuslah kepada Kristus, bukan kepada manusia. Hidup ini singkat, karena itu tetaplah semangat berbuat baik dan melayani tuhan selagi masih ada waktu,” ujarnya.

Sebelumnya, ibadah dipimpin oleh Pdt. Ike Priscilla dengan tema renungan dari Kitab Perjanjian Baru Kisah Para Rasul 9:32–43. Rangkaian ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan, dilanjutkan dengan khutbah yang menekankan kuasa tuhan dalam memulihkan kehidupan dan panggilan untuk melayani sesama dengan kasih tanpa pamrih.

Pdt. Ike mengajak seluruh jemaat untuk percaya bahwa pemulihan, baik secara rohani maupun jasmani, merupakan karya tuhan yang nyata. “Mukjizat dalam kehidupan bukan untuk meninggikan diri sendiri, melainkan sebagai kesaksian hidup agar makin banyak orang datang kepada tuhan. Iman yang sejati adalah iman yang hidup dan berbuah dalam kasih serta pelayanan,” pesannya.

Ibadah ini menjadi ruang penguatan iman dan batin bagi para Warga Binaan Kristiani, salah satunya, Bobby Chandra, yang mengungkapkan kesaksiannya dengan penuh keyakinan. “Saya selalu mengandalkan tuhan di setiap aspek kehidupan saya. Saya percaya dengan iman, tuhan mampu menyembuhkan dan memulihkan saya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya ibadah tersebut sebagai bagian dari pembinaan kepribadian Warga Binaan.  “Pembinaan kerohanian menjadi fondasi penting dalam proses Pemasyarakatan. Melalui ibadah seperti ini, kami berharap Warga Binaan makin dikuatkan imannya, memperbaiki diri, serta memiliki bekal moral dan spiritual untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” harapnya.

Melalui ibadah rutin ini, Lapas Banjarmasin terus menghadirkan pembinaan kepribadian yang menyejukkan dan bermakna. Di balik tembok yang kokoh, harapan tetap tumbuh—iman dirawat, hati dipulihkan, dan kehidupan perlahan diarahkan kembali untuk melayani dengan kasih, seturut kehendak tuhan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0