Peringati Hari Anak Nasional, ABH di Lapas Brebes Basuh Kaki Orang Tua
Brebes, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes gelar prosesi basuh kaki orang tua pada peringatan Hari Anak Nasional, Selasa (21/7). Sebanyak tujuh Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) basuh kaki ayah dan ibu mereka sebagai simbol penghormatan, permohonan maaf, dan ungkapan terima kasih atas kasih sayang yang telah diberikan.
Sebelum prosesi berlangsung, ketujuh ABH ikuti kegiatan Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan yang diselenggarakan secara virtual oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerja sama dengan Kantor Staf Presiden (KSP). Melalui kegiatan tersebut, Anak Binaan memperoleh motivasi dan penguatan agar tetap bersemangat jalani masa pembinaan serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Usai mengikuti kegiatan virtual, para ABH bersama orang tua masing-masing berkumpul di Ruang Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja. Mereka kemudian bersimpuh di hadapan orang tua, membasuh kaki, memeluk, dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Suasana haru pun menyelimuti prosesi tersebut. Air mata para orang tua tak terbendung saat anak-anak mereka menyampaikan penyesalan dan rasa terima kasih. Momen itu jadi pengingat akan pentingnya dukungan keluarga dalam proses pembinaan dan perubahan perilaku Anak yang Berhadapan dengan Hukum.
Kegiatan dipandu Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Ibnu Sina Nurisqiawan, bersama Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Henry Erwinton, yang dampingi seluruh rangkaian kegiatan agar berlangsung tertib, khidmat, dan bermakna.
Kepala Lapas Brebes, Mudo Mulyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepribadian untuk menanamkan nilai moral, penghormatan kepada orang tua, serta mempererat hubungan emosional antara anak dan keluarga.
"Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momentum refleksi bagi anak-anak untuk semakin menghargai jasa dan pengorbanan orang tua. Dukungan keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan pembinaan sehingga mereka memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat," ungkap Mudo Mulyanto.

Salah seorang orang tua ABH, Restu, mengaku tidak mampu menahan haru saat melihat anaknya membasuh kaki dan memohon maaf secara langsung. Menurutnya, momen tersebut menjadi penguat harapan agar sang anak dapat menjalani pembinaan dengan baik dan kembali ke keluarga sebagai pribadi yang lebih baik.
"Saya sangat terharu. Tidak menyangka bisa merasakan momen seperti ini. Sebagai orang tua, kami hanya ingin anak kami berubah menjadi lebih baik. Kami akan terus mendoakan, mendukung, dan menunggu kepulangannya. Semoga pembinaan di Lapas Brebes menjadi jalan bagi anak kami untuk memperbaiki diri dan meraih masa depan yang lebih baik," ungkap Restu.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional, Lapas Brebes terus perkuat pembinaan yang berorientasi pada pemulihan karakter, penanaman nilai kemanusiaan, serta penguatan peran keluarga dalam mendukung reintegrasi sosial ABH. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Brebes
What's Your Reaction?


