Perkuat Desa Binaan, Bapas Tanjungpandan Gandeng Desa Air Saga Awasi dan Bimbing Klien Pemasyarakatan
Belitung, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan terus perkuat peran Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, sebagai Desa Binaan Bapas dalam mendukung pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan Klien Pemasyarakatan. Penguatan tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Pemerintah Desa Air Saga, Kamis (30/7).
Kepala Bapas Tanjungpandan melalui Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa, M. Yeyen Purbasari, mengatakan Desa Binaan tidak sebatas menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Bapas, tetapi dikembangkan sebagai jejaring pembimbingan kemasyarakatan yang dekat dengan kehidupan Klien. “Klien kembali dan menjalani kehidupan sehari-harinya di tengah masyarakat. Karena itu, Desa Binaan kami dorong menjadi mitra Bapas dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung proses reintegrasi. Pemerintah desa mengetahui kondisi masyarakat dan lingkungannya sehingga menjadi mitra strategis bagi Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam pelaksanaan pembimbingan maupun pengawasan Klien,” ujarnya.
Penguatan Desa Binaan tersebut juga akan disinergikan dengan pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter). Ini menjadi wadah kolaborasi Bapas dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan layanan yang lebih komprehensif sesuai kebutuhan Klien Pemasyarakatan.
Melalui Kelayan Binter, permasalahan Klien yang ditemukan selama proses pembimbingan dapat dikoordinasikan dengan unsur yang memiliki tugas dan kompetensi terkait. Dukungan tersebut mencakup aspek sosial, keagamaan, kemandirian, hubungan dengan lingkungan masyarakat, hingga kebutuhan lain yang mendukung keberhasilan reintegrasi sosial.
“Desa Binaan dan Kelayan Binter memiliki semangat yang sama, yaitu menghadirkan pembimbingan berbasis kolaborasi. Desa menjadi lingkungan terdekat Klien, sedangkan Kelayan Binter memperluas jejaring layanan yang membantu menjawab kebutuhan Klien. Kami ingin keduanya saling terhubung sehingga pembimbingan dan pengawasan dilaksanakan lebih terarah dan berkelanjutan,” tambah Yeyen.
Kepala Desa Air Saga, Ismanto, menyambut baik penguatan peran Desa Air Saga sebagai Desa Binaan Bapas Tanjungpandan. Menurutnya, pemerintah desa memiliki tanggung jawab sosial untuk turut menciptakan lingkungan yang mendukung warga yang sedang menjalani proses reintegrasi agar kembali menjalankan fungsi sosialnya secara baik.
“Sebagai pemerintah desa, kami tentu mengenal kondisi lingkungan dan masyarakat kami. Ketika ada warga yang menjadi Klien Bapas dan sedang menjalani proses reintegrasi, kami siap berkoordinasi dan membantu sesuai kewenangan desa. Prinsipnya, mereka tetap bagian dari masyarakat yang perlu diarahkan dan diberikan ruang untuk memperbaiki diri,” ungkap Ismanto.
Ia menilai komunikasi antara pemerintah desa dan Bapas juga penting untuk mencegah munculnya stigma terhadap Klien Pemasyarakatan. Dukungan lingkungan diperlukan agar Klien kembali beradaptasi sekaligus membangun kehidupan yang lebih positif di tengah masyarakat.
“Pengawasan memang diperlukan, tetapi penerimaan masyarakat juga sangat menentukan. Jangan sampai setelah kembali ke lingkungan desa, mereka justru dikucilkan sehingga kesulitan untuk beradaptasi. Pemerintah Desa Air Saga siap mendukung upaya Bapas untuk melakukan pendekatan yang mengedepankan pembinaan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama,” tambah Ismanto.
Bagi Bapas Tanjungpandan, pengembangan Desa Binaan menjadi salah satu bentuk penguatan pembimbingan kemasyarakatan yang tidak hanya berpusat di kantor Bapas. PK dapat membangun komunikasi langsung dengan pemerintah desa, keluarga, dan lingkungan sosial Klien untuk memperoleh informasi yang lebih utuh sebagai pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan. (IR)
Kontributor: Bapas Tanjungpandan
What's Your Reaction?


