Perkuat Ketahanan Pangan, Lapas Cipinang Hadirkan Program Budidaya Ayam Petelur bagi Warga Binaan

Perkuat Ketahanan Pangan, Lapas Cipinang Hadirkan Program Budidaya Ayam Petelur bagi Warga Binaan

Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang perkuat program pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui kerja sama strategis dengan PT Srikandi Bandhawajaya dalam pengembangan budidaya ayam petelur, Kamis (16/4). Program ini dirancang sebagai pembinaan berbasis produksi yang memberikan keterampilan usaha nyata sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah konkret dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan Warga Binaan memperoleh keterampilan teknis yang aplikatif. Budidaya ayam petelur menjadi model pembinaan berbasis industri yang terukur, membangun mental produktif, sekaligus menyiapkan mereka agar memiliki daya saing ketika kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Cipinang, Lis Susanti, menjelaskan bahwa program budidaya ini disusun secara sistematis agar Warga Binaan memahami proses usaha secara menyeluruh.

“Program ini tidak sekadar pelatihan, tetapi berbasis produksi. Mulai dari persiapan lahan, pembangunan kandang, hingga manajemen produksi dan pemeliharaan ayam petelur. Dengan demikian, Warga Binaan dapat memahami siklus usaha secara utuh dan memiliki bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri,” jelasnya.

Melalui program ini, Warga Binaan tidak hanya dilatih keterampilan teknis, tetapi juga dibentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja. Kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan petugas dan mitra kerja, sehingga proses pembelajaran berjalan terarah dan berkelanjutan.

Penguatan program ini menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam pendayagunaan Warga Binaan melalui pengembangan usaha berbasis UMKM. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal nyata dalam membangun kemandirian ekonomi setelah kembali ke masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Cipinang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0