Perkuat Pembinaan Keagamaan, Lapas Atambua Teken PKS dengan Kemenag Belu
Atambua, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua tanda tangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belu terkait pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan, Kamis (5/2). Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, bersama Kepala Kemenag Belu, Fidelis Seran, di Aula Lapas Atambua.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat struktural Lapas dan Kemenag Belu, para rohaniawan lintas agama, serta perwakilan Warga Binaan. Kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari proses rehabilitasi dan pembentukan karakter Warga Binaan.
Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menekankan bahwa kerja sama ini sejalan dengan fungsi Pemasyarakatan yang berorientasi pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
“Pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar utama dalam pembentukan karakter. Kami ingin memastikan pembinaan rohani di Lapas Atambua berjalan terarah dan memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku Warga Binaan,” ungkap Bambang.
Ia juga mengajak Warga Binaan untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pegangan dalam menjalani proses pembinaan.
“Agama menjadi penopang utama dalam menghadapi persoalan hidup. Dengan spiritualitas yang kuat, kami berharap Warga Binaan mampu memperbaiki diri dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang taat hukum,” tambahnya.
Kepala Kemenag Belu, Fidelis Seran, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk Warga Binaan di lembaga Pemasyarakatan.
“Kementerian Agama berkomitmen mendukung program pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan. Warga Binaan berhak mendapatkan bimbingan rohani yang berkualitas. Melalui PKS ini, kami akan menugaskan penyuluh agama secara rutin guna memberikan pendampingan berkelanjutan sesuai keyakinan masing-masing,” ujar Fidelis.
Salah satu perwakilan Warga Binaan, YS, mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran rohaniawan secara rutin memberikan motivasi dan harapan baru.
“Kami merasa diperhatikan dan tidak dilupakan. Pembinaan rohani ini menjadi bekal penting bagi kami agar kelak bisa kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui PKS ini, pembinaan keagamaan di Lapas Atambua akan dilaksanakan secara lebih terstruktur. Pembinaan bagi Warga Binaan Katolik dijadwalkan setiap Senin dan Rabu, umat Protestan setiap Selasa dan Kamis, sementara Warga Binaan Muslim mengikuti pembinaan setiap Rabu yang juga mencakup pelaksanaan salat Jumat berjamaah. Pada hari Minggu, seluruh Warga Binaan diberikan kesempatan melaksanakan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Atambua
What's Your Reaction?


