Perkuat Pembinaan Kemandirian, Lapas Banjarmasin Tebar 6.000 Bibit Lele

Perkuat Pembinaan Kemandirian, Lapas Banjarmasin Tebar 6.000 Bibit Lele

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin tebar 6.000 bibit ikan lele di kolam budidaya Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Senin (27/7). Kegiatan yang dipimpin Kepala Lapas Akhmad Herriansyah bersama jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) dan Warga Binaan ini bagian dari penguatan pembinaan kemandirian melalui sektor perikanan.

Penebaran bibit dilakukan secara bertahap setelah kolam dipastikan memenuhi standar budidaya, mulai dari kualitas air, kebersihan kolam, hingga kesiapan bibit beradaptasi dengan lingkungan baru. Selain dukung produktivitas hasil perikanan, kegiatan ini juga jadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan dalam mengelola usaha budidaya.

Kepala Seksi Giatja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menjelaskan penebaran bibit merupakan tahapan penting yang menentukan keberhasilan budidaya hingga masa panen.

"Sebelum penebaran, kami memastikan kondisi kolam telah siap agar tingkat kelangsungan hidup bibit tetap tinggi. Sebanyak 6.000 bibit lele ditebar secara bertahap untuk mengurangi tingkat stres pada ikan sehingga pertumbuhannya berlangsung optimal. Selanjutnya, pemeliharaan dilakukan secara rutin melalui pengaturan pakan, pemantauan kualitas air, dan pengawasan kesehatan ikan," jelas Bagus.

Salah seorang Warga Binaan, A,mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.

"Saya mendapat pengalaman tentang cara menebar bibit ikan yang benar dan merawatnya hingga panen. Ilmu ini sangat bermanfaat dan menjadi bekal yang bisa saya manfaatkan setelah kembali ke masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas mengatakan pengembangan sektor perikanan terus dioptimalkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.

"Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Budidaya perikanan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga melatih disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Karena itu, program pembinaan berbasis keterampilan akan terus kami kembangkan secara berkelanjutan," tegas Akhmad Herriansyah.

Program ini dukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan pembinaan kemandirian serta ketahanan pangan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0