Peserta Magang Lapas Bandanaira Paparkan Inovasi Smart Sterile Door Berbasis RFID
Banda Naira, INFO_PAS – Peserta magang batch III di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira paparkan inovasi Smart Sterile Door berbasis Radio Frequency Identification (RFID) sebagai gagasan untuk dukung penguatan sistem pengamanan dan kontrol akses di lingkungan Pemasyarakatan, Senin (15/6).
Paparan yang berlangsung di Aula Lapas Bandanaira tersebut dihadiri Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, jajaran pejabat struktural, serta seluruh peserta magang. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan ide dan kontribusi pemikiran dalam mendukung pengembangan layanan dan sistem kerja di lingkungan Lapas.
Dalam presentasinya, peserta magang menjelaskan bahwa Smart Sterile Door berbasis RFID dirancang sebagai sistem kontrol akses yang memanfaatkan teknologi identifikasi otomatis untuk mengatur keluar-masuk pada area tertentu. Inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengawasan yang lebih efektif sekaligus meminimalkan risiko pelanggaran keamanan.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengapresiasi gagasan yang disampaikan peserta magang karena dinilai relevan dengan kebutuhan pengamanan modern di lingkungan Pemasyarakatan.
“Gagasan Smart Sterile Door berbasis RFID merupakan inovasi yang baik dan sejalan dengan kebutuhan pengamanan modern di lingkungan Pemasyarakatan. Pemanfaatan teknologi perlu terus didorong untuk mendukung pelaksanaan tugas yang lebih efektif, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
Senada, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Amier Azan, menilai penerapan teknologi RFID berpotensi mendukung pengawasan akses pada area-area vital di dalam Lapas.
“Konsep ini memberikan gambaran bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengawasan akses secara lebih terukur dan terdokumentasi. Inovasi seperti ini patut diapresiasi sebagai bentuk kontribusi pemikiran dari peserta magang,” tuturnya.
Salah satu peserta magang, Asma Tomia, menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kebutuhan akan sistem pengamanan yang lebih praktis dan efisien.
“Penggunaan RFID memungkinkan proses akses berlangsung lebih cepat dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan kunci konvensional. Selain itu, sistem ini diharapkan dapat mendukung penguatan pengamanan melalui mekanisme yang lebih modern dan terintegrasi,” ungkapnya.
Peserta magang tidak hanya memperoleh pengalaman mengembangkan dan mempresentasikan gagasan inovatif, tetapi juga berkontribusi memberikan masukan yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pengamanan berbasis teknologi di lingkungan Pemasyarakatan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Bandanaira
What's Your Reaction?


