Petakan Kebutuhan Warga Binaan, Lapas Bandanaira Dorong Pembinaan Tepat Sasaran
Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus berinovasi dalam menghadirkan pembinaan modern dan tepat sasaran. Pada Kamis (8/1) bertempat di blok hunian, Lapas Bandanaira gelar asesmen Warga Binaan sebagai langkah strategis memperkuat program pembinaan modern dan berbasis data.
Kegiatan ini bertujuan memetakan kebutuhan individual setiap Warga Binaan, mencakup aspek psikologis, sosial, keterampilan, hingga perilaku. Dengan pemetaan yang komprehensif, program pembinaan diharapkan tidak lagi sekadar rutinitas, melainkan benar-benar berdampak nyata.
Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menyampaikan pemetaan ini menjadi fondasi penting bagi pembinaan yang efektif. "Asesmen ini memberi gambaran utuh tentang siapa Warga Binaan dan apa yang mereka butuhkan. Dengan data yang akurat, kami dapat menyusun program pembinaan yang sesuai dan berdampak," ujarnya.
Rustam menambahkan langkah ini merupakan modernisasi sistem pembinaan Pemasyarakatan. "Asesmen adalah langkah awal yang krusial. Dengan pemetaan yang tepat, proses reintegrasi sosial berjalan lebih optimal dan sesuai jalur," jelasnya.
Pelaksanaan asesmen melibatkan peserta magang dengan pendamping staf pembinaan. Kolaborasi ini tidak hanya mendukung kelancaran asesmen, tetapi juga memastikan pendekatan pembinaan berjalan profesional dan tepat sasaran.
Selaku peserta magang, Ana Julianti mengungkapkan antusiasmenya. "Saya senang bisa menerapkan ilmu psikologi secara langsung. Setiap Warga Binaan memiliki latar belakang dan kebutuhan yang berbeda. Asesmen ini membantu kami memahami itu semua sejak awal," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Bandanaira, Amier Azan, mendukung penuh kegiatan tersebut karena memiliki nilai penting dalam pemetaan kondisi psikologis Warga Binaan secara lebih mendalam. Dukungan tersebut sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan layanan pembinaan yang lebih humanis dan terarah sehingga membantu Warga Binaan menjalani proses pembinaan dengan lebih optimal.
"Kehadiran peserta magang dari jurusan psikologi sangat membantu kami. Data yang mereka gali akan sangat berguna dalam menentukan pola pembinaan yang lebih efektif," ungkap Amier.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bandanaira menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan Pemasyarakatan sekaligus memberi ruang pembelajaran dan pengalaman praktis bagi peserta magang. Langkah ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam menciptakan pembinaan yang lebih modern, humanis, dan berdampak nyata bagi proses reintegrasi sosial Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Bandanaira
What's Your Reaction?


