Petugas Pengamanan Lapas Wahai Jalani Tes Urine dengan Pendampingan APH
Wahai, INFO PAS – Seluruh petugas pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wahai jalani tes urine dengan pendampingan Aparat Penegak Hukum (APH), Minggu (11/1). Hal ini dilakukan untuk memperkuat komitmen pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga integritas dan profesionalisme petugas. “Tes urine adalah upaya kami untuk memastikan seluruh petugas benar-benar bersih dari narkoba. Petugas Pemasyarakatan harus menjadi contoh dan garda terdepan dalam perang melawan narkoba, bukan justru terlibat di dalamnya,” tegasnya.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menambahkan kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan mental dan kedisiplinan bagi seluruh petugas. “Pembinaan tidak hanya ditujukan kepada Warga Binaan, tetapi juga kepada petugas. Tes urine menjadi pengingat bersama bahwa integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab adalah nilai utama yang harus dijaga oleh setiap insan Pemasyarakatan,” ujarnya.
Hamim Baadia dari Komando Rayon Militer 1502-05 Wahai menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. "Kami sangat mendukung langkah tegas Lapas Wahai dalam melakukan deteksi dini. Sinergi antarinstansi seperti ini sangat penting untuk memastikan lingkungan kerja yang bersih dan mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan narkoba," ujarnya.
Tes urine ini merupakan perintah langsung dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku sebagai langkah deteksi dini dan pengawasan internal terhadap potensi penyalahgunaan narkoba oleh petugas Pemasyarakatan. Kegiatan berlangsung secara transparan dan akuntabel dengan melibatkan APH guna menjamin objektivitas hasil pemeriksaan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menegaskan tes urine secara berkala merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan internal serta menutup celah peredaran narkoba di Lapas dan Rutan. “Kami menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan untuk melaksanakan tes urine bagi petugas sebagai bentuk keseriusan dan komitmen bersama dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba,” tegasnya.
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap seluruh petugas pengamanan, hasil tes urine dinyatakan negatif secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan personel Lapas Wahai bebas dari indikasi penyalahgunaan zat terlarang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap institusi Pemasyarakatan makin meningkat serta tercipta lingkungan kerja yang profesional, bersih, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


