Pojok Baca Lapas Batulicin, Ruang Favorit Warga Binaan Temukan Pengetahuan Baru
Batulicin, INFO PAS – Pojok Baca Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus menjadi salah satu fasilitas pembinaan yang diminati Warga Binaan untuk menambah wawasan dan mengisi waktu dengan kegiatan positif. Layanan tersebut hadir setiap Senin hingga Kamis sebagai sarana literasi yang mendukung proses pembinaan kepribadian dan pengembangan diri Warga Binaan.
Berlokasi di area yang representatif dan berada satu bangunan dengan Masjid At-Taubah Lapas Batulicin, Pojok Baca menghadirkan suasana nyaman dan kondusif untuk membaca. Warga Binaan diberikan kesempatan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membaca berbagai koleksi buku yang tersedia maupun meminjam buku favorit untuk dibawa ke blok kamar hunian selama satu minggu.
Beragam buku tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan minat baca Warga Binaan. Koleksi yang tersedia meliputi buku agama dan pembinaan akhlak, motivasi dan pengembangan diri, keterampilan kerja dan wirausaha, novel inspiratif, psikologi populer, kesehatan, hukum praktis, biografi tokoh, keuangan pribadi, hingga komik edukasi.
Setiap harinya, Pojok Baca menjadi tempat yang ramai dikunjungi Warga Binaan untuk mencari pengetahuan baru sekaligus merefleksikan diri melalui kegiatan membaca. Sebagian Warga Binaan tampak larut dalam alur cerita buku favorit mereka, sementara yang lain memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan bertukar wawasan dalam suasana literasi yang menyenangkan.
Kepalal Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menyampaikan Pojok Baca bertujuan memperluas wawasan dan membangun budaya belajar di lingkungan Lapas. Melalui kebiasaan membaca, Warga Binaan diharapkan memperoleh pengetahuan baru yang dapat menjadi bekal positif selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.
"Membaca adalah jendela ilmu yang membuka banyak peluang perubahan. Kami ingin menjadikan Pojok Baca sebagai ruang yang mampu menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan literasi, dan memperkaya cara pandang Warga Binaan terhadap masa depan mereka," ujar Harry, Senin (15/6).
Pengelolaan Pojok Baca turut didukung dua tamping yang bertugas menjaga keamanan koleksi buku, melakukan pendataan peminjaman, serta memastikan kebersihan area tetap terjaga. Kehadiran tamping membantu layanan literasi berjalan tertib sehingga Warga Binaan memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.
Salah satu Warga Binaan berinisial Y senang melihat antusiasme rekan-rekannya yang memanfaatkan fasilitas Pojok Baca untuk menambah pengetahuan. Menurutnya, suasana yang nyaman dan pilihan buku yang beragam membuat kegiatan membaca menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
"Selain menambah wawasan, membaca juga membuat pikiran lebih tenang dan memberikan banyak inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Y.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan penguatan literasi merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan Warga Binaan. Ia berharap makin banyak Warga Binaan yang menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif untuk memperluas wawasan dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
"Kami berkomitmen terus mendukung pengembangan budaya literasi di lingkungan Lapas Batulicin. Makin banyak Warga Binaan yang gemar membaca, makin besar pula peluang mereka memperoleh ilmu, membangun pola pikir yang positif, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih berkualitas saat kembali ke masyarakat," tutur Thoha.
Melalui Pojok Baca yang berjalan konsisten, Lapas Batulicin berupaya menghadirkan ruang belajar nyaman, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh Warga Binaan. Literasi diharapkan menjadi salah satu jembatan penting dalam membangun pengetahuan, karakter, dan harapan menuju kehidupan yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


