Porsenap Lapas Pemuda Madiun Semarakkan HUT Ke-81 RI dengan Sportivitas dan Kebersamaan
Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) dalam rangka peringati Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pembukaan ditandai dengan apel di lapangan Lapas yang diikuti seluruh petugas dan Warga Binaan, Rabu (22/7).
Ketua Panitia, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Endiyanto, melaporkan Porsenap tahun ini hadirkan berbagai perlombaan untuk mempererat kebersamaan sekaligus memberikan hiburan positif bagi Warga Binaan. Perlombaan yang digelar meliputi tarik tambang, tangkap ayam, balap karung, makan kerupuk, estafet mengisi air galon, estafet balon, hingga estafet bola voli.
Selain itu, terdapat lomba seni dan kreativitas, seperti yel-yel, karaoke, stand-up comedy, dan lawak beregu. Sementara cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi tenis meja, biliar, bola voli, dan futsal yang diikuti peserta dari setiap blok hunian.
Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan Janji Wasit dan Janji Atlet sebagai bentuk komitmen menjunjung tinggi sportivitas. Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, kemudian sematkan tanda peserta sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian perlombaan, yang dilanjutkan dengan pelepasan balon bersama jajaran pejabat struktural.
Usai apel, suasana Porsenap langsung semarak melalui pertandingan pembuka tarik tambang antara petugas dan Warga Binaan dari masing-masing blok hunian. Sorak sorai pendukung mewarnai jalannya pertandingan yang berlangsung meriah. Meski berlangsung sengit, seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Rudi Kristiawan menegaskan Porsenap bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari pembinaan karakter.
"Porsenap ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi momentum untuk mempererat rasa persaudaraan, solidaritas, dan kekompakan di antara Warga Binaan. Saya berharap seluruh peserta menjaga sportivitas, tidak ada perselisihan selama perlombaan maupun pertandingan olahraga. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai hiburan yang positif agar Warga Binaan tidak merasa bosan maupun jenuh selama menjalani masa pembinaan," ujar Rudi.
Ia menjelaskan lomba tarik tambang dipilih sebagai pembuka karena sarat dengan nilai kerja sama dan solidaritas.
"Melalui perlombaan ini kami ingin membangun semangat kebersamaan antara petugas dan Warga Binaan. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, dan menikmati setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kegembiraan. Momentum peringatan Hari Kemerdekaan ini harus menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menciptakan suasana pembinaan yang positif," tambahnya.
Rudi juga mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dan berharap seluruh rangkaian Porsenap berjalan aman, tertib, lancar, dan meriah.
"Tetap semangat kepada seluruh panitia dan buatlah kegiatan ini semeriah mungkin agar suasana peringatan Hari Kemerdekaan semakin berwarna. Semua perlombaan telah disiapkan hadiahnya sebagai bentuk apresiasi bagi para peserta. Selamat berlomba, selamat berolahraga, junjung tinggi sportivitas, dan semoga kita semua dapat merasakan makna kemerdekaan melalui semangat persatuan dan kebersamaan," ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh perlombaan dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembinaan karakter yang mendorong Warga Binaan mengisi waktu dengan kegiatan positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat kekompakan.
Salah seorang Warga Binaan, B, mengaku antusias mengikuti lomba tarik tambang.
"Kami merasa terhibur dan bersemangat mengikuti lomba ini. Selain bisa berolahraga, kami juga bisa bercanda dan bekerja sama dengan teman-teman. Terima kasih kepada Bapak Kalapas dan seluruh petugas yang telah menghadirkan kegiatan seperti ini. Kami berharap seluruh perlombaan berlangsung lancar dan semakin menambah semangat kami selama menjalani pembinaan," tuturnya.
Nilai sportivitas, solidaritas, dan kebersamaan yang tumbuh selama perlombaan diharapkan mendukung terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang harmonis, kondusif, dan humanis. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pemuda Madiun
What's Your Reaction?


