Produk Warga Binaan Lapas Banjarmasin Hadir di Cafe Forester Tahura Sultan Adam
Banjarmasin, INFO_PAS - Produk hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kini semakin dikenal masyarakat. Berbagai produk unggulan berupa keripik tempe dan akar pinang telah tersedia dan dipasarkan di Cafe Forester yang berada di kawasan Tahura Sultan Adam, Minggu (7/6).
Kehadiran produk Warga Binaan di salah satu destinasi wisata alam tersebut menjadi wujud nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lapas Banjarmasin. Selain bekali Warga Binaan dengan keterampilan produksi, program ini juga buka akses pemasaran sehingga hasil karya mereka dapat dikenal dan diterima masyarakat.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada proses pelatihan, tetapi juga pada keberlanjutan hasil karya melalui pemasaran yang tepat.
“Pembinaan kemandirian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Produk yang mereka hasilkan perlu memiliki nilai ekonomi dan mendapat ruang di tengah masyarakat. Kehadiran produk Warga Binaan di Cafe Forester menjadi salah satu langkah positif untuk memperluas pemasaran sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap hasil pembinaan di Lapas,” ujarnya.

Melalui program pembinaan kerja yang dikelola Seksi Kegiatan Kerja, Warga Binaan memperoleh kesempatan kembangkan keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat. Produk keripik tempe dan akar pinang yang dipasarkan merupakan hasil pembinaan yang mengedepankan kualitas, kebersihan, dan nilai jual.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menambahkan bahwa pemasaran hasil karya Warga Binaan merupakan bagian penting dari proses pembinaan.
“Ketika produk mereka diterima pasar, hal itu menjadi motivasi tersendiri untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas hasil produksi,” ungkapnya.
Melalui sinergi dengan berbagai pihak dan perluasan jaringan pemasaran, Lapas Banjarmasin dorong hasil karya Warga Binaan agar memiliki daya saing dan beri kontribusi positif bagi masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa proses pembinaan di dalam Lapas mampu hasilkan karya yang bernilai dan bermanfaat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


